Senin, 27 Juni 22

World Village Conference 2016 : Memodernisasi Desa Berbasis Industri Wisata dan Budaya

Sekretaris Kementrian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengungkapkan bahwa dalam membangun dan memodernisasi desa harus berbasis industri wisata dan budaya secara berkelanjutan.

“Tujuan dari pembangunan dan modernisasi itu, agar desa di seluruh Indonesia melek teknologi dan ramah lingkungan. Dalam hal ini, pengembangan koperasi dan UKM yang berbasis pariwisata dan budaya diyakini mampu berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pemerataan pendapatan”, kata Agus, saat membuka World Village Conference 2016 di Purwakarta, Senin (23/5).

Ajang World Village Conference yang mengambil tema ‘Preserving Culture for Sustainable Development in the Era of Village Industrialization’, atau melestarikan budaya untuk pembangunan berkelanjutan di era industrialisasi pedesaan itu, dihadiri sejumlah duta besar, sejumlah kepala daerah di Indonesia, serta pemuda-pemudi dari 40 negara yang mempunyai perhatian khusus pada pembangunan industri pedesaan berkelanjutan.

Menurut Agus, koperasi dan UKM kalau dikembangkan di sektor wisata dapat mengurangi kesenjangan. Terlebih sekali, desa, pertanian, dan kemiskinan atau ketertinggalan merupakan fenomena yang umum dijumpai terutama di negara-negara berkembang.

“Ketimpangan tingkat kehidupan dan kemajuan antara desa dengan kota, cenderung semakin mencolok yang pada gilirannya dapat memicu instabilitas nasional. Oleh karena itu, saat ini eranya untuk memberikan perhatian yang cukup guna membangun pedesaan”, tukas Agus.

Salah satu upaya mendorong kemajuan desa yang kaya akan budaya dan keindahan alamnya adalah melakukan transformasi pertanian ke industri, termasuk industri pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. “Hal itu bisa dilakukan, salah satunya melalui koperasi sebagai pengelola”, tandas Agus.

Agus mengakui bahwa semua menyadari cukup banyak wilayah pedesaan di berbagai negara yang menyimpan potensi besar kekayaan budaya, keindahan alam, serta hal-hal menarik dan unik lainnya.

“Potensi inilah yang harus dikemas dengan kreatif untuk membangun industri pedesaan berbasis pariwisata yang mampu memajukan dan memodernisasi desa berlandaskan kaidah-kaidah kelestarian lingkungan menuju pembangunan berkelanjutan”, papar Agus.

Pada dasarnya, jelas Muharam, dampak kemajuan pariwisata akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena pariwisata mempunyai dampak pengganda (multiplier effects dan spin-off effects) yang besar. Terutama dengan industri kreatif, yang memang mempunyai hubungan sangat erat dengan pariwisata.

“Saya berharap, melalui forum yang dihadiri para delegasi generasi muda dari berbagai negara yang tentunya memiliki motivasi kuat untuk membangun dan mengembangkan industri pariwisata wilayah pedesaan di negara asal. Masing-masing potensi desa memiliki karakteristik budaya serta visi serta orientasi yang sangat beragam”, jelas dia.

Oleh karena itu, lanjut Agus, forum ini dapat dimanfaatkan semua peserta untuk berbagi pengalaman dan pemikiran ke depan, bahkan membangun kerjasama sinergis lintas negara untuk memajukan pariwisata pedesaan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi mengatakan, pertemuan yang berbasis desa ini diyakini akan memperluas dan memperkaya wawasan para peserta untuk nantinya diaplikasikan di negara masing-masing.

“Saya berharap, melalui berdiskusi selama tiga hari akan lahir atau sharing informasi dan ide-ide kreatif serta pengalaman masing-masing negara dalam membangun dan memodernisasi desa berbasis industri pariwisata dan budaya secara berkelanjutan”, pungkas Dedy

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait