Rabu, 17 Agustus 22

WNI Diculik Lagi, Menlu Retno Langsung Bereaksi

Perampokan hingga penculikan sepertinya terus membayangi aktivitas para nelayan di Perairan Sabah-Malaysia. Dalam sebulan terakhir inipun, tercatat sudah 2 kali aksi perampokan dan penculikan dialami oleh para nelayan yang melaut di perarian itu dan mayoritas dari para nelayan tersebut adalah WNI.

Belum lepas ingatan publik akan peristiwa penculikan yang menimpa 2 WNI yakni La Utu bin La Raali (Kapten Kapal Nelayan SSK 00520) dan La Adi bin La Adi (Kapten Kapal Nelayan SN 1154/4F) pada tanggal 5 November 2016 di Terumbu Pegasus, Perairan Kertam, yang berada di sekitar 13-15 Nautical Mile dari Muara Kuala Kinabatangan, Perairan Sabah, Malaysia, pada Sabtu (19/11) di Perairan Pelda Sahabat Tungku, Lahat Datu 2 WNI masing-masing adalah Saparuddin sebagai kapten kapal dan asistenya Sawar kembali menjadi korban penculikan yang ditengerai dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf.

Menanggapi hal itu,Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi langsung bertindak. Sebagaimana keterangan yang diperoleh Indeks Berita.com dari Muhammad Iqbal (Direktur Perlindungan WNI dan BHI,Kemeterian Luar Negeri RI),lewat pesan singkatnya Iqbal mengatakan bahwa terkait peristiwa penculikan tersebut,Menlu Retno (2011) langsung memerintahkan Konsul RI Tawau dan team perlindungan wni meluncur ke Lahad Datu untuk lakukan verifikasi dan komunikasi dengan pihak2 terkait (PDRM, 11 nelayan yang bebas serta ESSCOM).

“Dan pada tanggal 20 november Kemlu sudah mendapatkan info secara regular dari Lahad Datu dan dari sumber2 di Filipina Selatan mengenai posisi akhir penyandera dan yang disandera,” katanya.

Dalam keteranganya Iqbal juga menambahkan berdasarkan hasil verifikasi, pada Senin (21/11) Menlu melakukan komunikasi langsung dengan Menlu Malaysia dan Utusan Khusus Presiden Filipina untuk Perdamaian di Filipina Selatan (Jesus Dureza).

“Beliau menyampaikan concern dan permintaan bantuan bagi upaya pembebasannya. pada hari yang sama Kemlu melakukan komunikasi dengan keluarga kedua ABK di Majene, Sulbar.Dann pada tanggal 21 sore Kemenko Polhukam, Kemlu, BIN dan BAIS melakukan koordinasi untuk kasus ini,” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait