Selasa, 5 Juli 22

Wisata Perut Bumi, Goa Gudawang Bogor

Berlokasi di Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor atau berjarak tempuh sekitar 2 jam dari Kota Bogor, Goa Gudawang menebar keindahan aura wisata air bawah tanah. Di lokasi seluas 25 hektar ini, terdapat 12 belas goa. Namun, hanya 3 goa yakni Goa Simasigit, Goa Sipahang, dan Goa Simenteng yang dianggap aman sebagai kunjungan wisata. Penyebutan Goa Gudawang, berasal dari kata kuda lawang yang memiliki arti buntut atau ekor kuda yang di kepang.

Adalah Goa Simasigit yang akan ditemui pengunjung saat memasuki area komplek wisata air bawah tanah. Berbentuk kepala harimau, goa ini memiliki panjang 30 meter. Keterangan pemandu susur gua yang menawarkan jasa Rp50 ribu, menurut cerita dari mulut ke mulut, konon dahulunya goa yang memiliki panjang 30 meter sering dijadikan tempat persinggahan Sultan Hasanudin asal Banten saat menyebarkan agama Islam. Sebutan masigit dalam bahasa Sunda memiliki arti masjid.

“Goa ini, dulunya sebagai tempat singgah atau tempat istirahat Sultan Hasanudin. Pada zaman penjajahan, goa ini juga digunakan sebagai tempat persembunyian pada pejuang. Tapi, ada juga anggapan, goa ini merupakan tempat petilasan Prabu Siliwangi. Karena itu, bentuk goanya kepala macan,” ujar Nurdiansyah (35), warga Cigudeg yang kerap memandu pengunjung susur goa kepada indeksberita.com, Minggu (7/8/2016).

goa gudawang 1Goa berikutnya yakni Sipahang yang memiliki alur sepanjang 1000 meter. Didalamnya, terdapat aliran sungai bawah tanah. Bagi wisatawan yang belum pernah berkunjung dan berniat ingin tahu lebih jauh, wajib didampingi jasa pemandu guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Tidak hanya itu, pengunjung juga harus membawa alat penerangan mengingat tidak ada lampu. Selain itu, juga diperlukan helm dan baju ganti karena beberapa tempat tergenang oleh air. Di jalur rongga goa yang digenangi air tersebut memiliki kedalaman dari mata kaki hingga dada orang dewasa.

“Langit-langit didalam goa sangat indah dan meneteskan air, tapi dilarang dipegang. Semakin ke dalam, medan yang dilalui cukup meletihkan. Mulai dari berjalan di air sampai berjalan jongkok, malah terkadang harus merangkak karena melewati ruang sempit. Didalam juga banyak kelelawar. Tapi, tidak boleh panik. Wisata goa ini seperti uji nyali, harus tenang,” tutur pria pemandu tersebut.

Informasi yang disampaikan pemandu, butuh waktu 1 hingga 1.5 jam untuk menelusuri alur goa hingga sampai di pintu keluar. Terdapat beberapa fasilitas yang telah disediakan oleh pihak pengelola Kawasan Wisata Goa Gudawang. Diantaranya, yakni berbagai perlengkapan untuk menyusuri goa, seperti senter, pipa atau selang oksigen, lampu-lampu penerangan didalam goa. Untuk bisa menikmati wisata ini harga yang dipatok tidak mahal, hanya dengan kocek uang Rp10.000.

Sayangnya, objek wisata Goa Gudawang terbilang sepi pengunjung. Pantauan indeksberita.com, wisatawan yang datang masih terhitung jari. Meski memiliki pesona alam yang eksotis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkesan kurang mempromosikan lokasi wisata tersebut. Hal itu terbukti dari minimnya fasilitas pendukung. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait