Kamis, 7 Juli 22

Warga Cikeas Apresiasi Wacana Pembangunan Rutan Teroris

Rencana Kapolri, Jenderal Tito Karnavian memindahkan rumah tahanan (Rutan) teroris Cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua, Depok ke daerah Cikeas, Bogor, mendapat sambutan warga Bogor. Saat media online ini meminta tanggapan sejumlah warga Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, umumnya menyampaikan tidak keberatan atas rencana pembangunan rutan teroris di wilayah mereka.

Bagi warga, usulan Kapolri yang disampaikan dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung presiden Joko Widodo, Selasa (22/5/2018) lalu yang dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, dan Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius, perlu segera direalisasikan.

“Diusulkan rutan cabang Salemba Mako Brimob ke Cikeas, itu pas. Jadi kalau khusus, pengamanannya pasti maksimal,” kata warga Cikeas, Edi Sumantri (45), Kamis (24/5/2018).

Terpisah, masih di Cikeas, Lusi (38), seorang ibu rumah tangga minta, agar usulan pemindahan rutan Mako Brimob ke Cikeas segera ditinaklanjuti. Ia menyatakan agar rutan itu memiliki pengamanan yang ketat.

“Harus dilakukan pengawasan ketat biar mereka pelaku teroris nggak jadikan rutan tempat koordinasi. Jangan hanya rutan, kalau bisa Lapas juga. Saya sependapat dengan pak Buwas (Budi Waseso), penjahat seperti mereka itu ditaruh di laut lepas lalu di jaga hiu,” kata ibu dua anak ini.

Dia menyampaikan, tidak keberatan jika dilingkungannya dijadikan rutan khusus teroris.  “Cukuplah sudah teroris di Indonesia. Aksi di tiga gereja di Surabaya, jangan lagi terjadi ya pak polisi,” tuturnya.

Saat ini, selain diwacanakan akan dibangun rutan di Cikeas dengan level pengamanan maksimal, sebanyak pemindahan 58 tahanan teroris sudah dipindahkan ke Rutan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.  Kabar yang diperoleh dari Kepala Divisi Pemasyarakatan Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Alfi Zahrin, sebanyak 58 tahanan terorisme berasal dari Lapas Nusakambangan kini menghuni Rutan Kelas II B Gunung Sindur, Bogor, Minggu (20/5/2018) lalu.

Jumlahnya terdiri dari 9 tahanan dari Lapas Besi, 24 dari Lapas Pasir Putih dan 25 dari Lapas Batu termasuk dua perempuan beserta satu bayi. Mereka yang dipindah masih menjalani proses peradilan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait