Sabtu, 10 Desember 22

Warga Bojongkulur Siap Pindah ke Bekasi, Pemkab Bogor Masih Tutup Mata?

BOGOR – Meski 16 ribu jiwa warga Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor sudah mendeklarasikan diri akan pindah kependudukan ke Kota Bekasi, Bupati Bogor masih juga belum bersikap. Hingga Senin (23/5/2016) sore, dikabarkan Bupati Nurhayanti masih belum mengunjungi warga Desa Bojongkulur untuk mendengar keluhan masyarakat setempat. Konfirmasi indeksberita.com melalui telepon genggamnya pun belum mendapat jawaban. Saat ini, jumlah total penduduk Desa Bojongkulur tercatat sekitar 56 ribu jiwa.

Menanggapi ancaman petisi kepindahan warga Bojongkulur, Sekda Kabupaten Bogor, Adang Suptandar mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan berdialog dengan warga yang mengeluhkan kawasan tersebut kerap menjadi langganan banjir.

“Bersama Camat Gunungputri dan Kepala Desa Bojongkulur kita akan turun kelapangan melihat kondisi disana. Soal kepindahan ke Bekasi, tidak semudah itu karena perlu kajian mendalam dan butuh waktu yang panjang,” singkatnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhendi mengaku ikut prihatin karena Pemkab Bogor terkesan lalai memperhatikan rusaknya infrastruktur di lingkungan Desa Bojongkulur. Pihaknya berjanji akan melakukan upaya pencegahan banjir berkomunikasi dengan Pemkab Bogor dan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk segera melakukan perbaikan.

“Melihat dari kondisi, hal ini merupakan kewenangan pemerintah pusat atau Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Upaya yang bisa kami lakukan adalah mengirim proposal ke pemerintah pusat agar dilakukan perbaikan,” tukas politisi yang akrab dipanggil Ade Jaro.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, ribuan warga Bojongkulur Minggu (22/5/2016) membuat petisi pernyataan sikap bakal kependudukan ke Bekasi saat acara Car Free Day (CFD). Pasalnya, selama menjadi warga Kabupaten Bogor, perumahan Vila Nusa Indah selalu menjadi langganan banjir dan sudah 10 tahun tanggul yang rusak serta jalan tidak kunjung dilakukan perbaikan oleh Pemkab Bogor.

Ribuan warga ini secara terorganisir melakukan aksi damai dengan membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan warga untuk bergabung dengan Kota Bekasi. Warga mengeluhkan deraan banjir yang merendam ratusan rumah warga pada tahun 2007.

Selanjutnya, tahun 2013, banjir kembali berulang akibat tanggul jebol. Sejauh ini, belum ada tindakan apapun dari Pemkab Bogor. Warga pun terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya merapikan sebagian fasilitas umum yang seharusnya menjadi kewajiban Pemkab Bogor. Seterusnya, pada April 2016 lalu banjir lagi-lagi jadi masalah sehingga berdampak merendam ribuan rumah warga. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait