Rabu, 6 Juli 22

Wapres: BPJS Ketenagakerjaan Harus Memberikan Manfaat Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Wakil Presiden menilai masalah krusial yang ada pada setiap lembaga asuransi, termasuk BPJS Ketenagakerjaan adalah bukan pada bagaimana menarik dana dari masyarakat, tetapi bagaimana mengelola dana tersebut pada investasi yang menguntungkan. Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat memberikan sambutan pada pembukaan Seminar Nasional Ketenagakerjaan pada hari Rabu (25/4) di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta.

Wapres menambahkan, investasi dana yang dihimpun pada BPJS Ketenagkerjaan haruslah memberikan manfaat jangka pendek serta terjaga nilainya untuk manfaat jangka panjang.

“Kelebihan asuransi-asuransi asing yang saat ini bertahan di Indonesia adalah mereka mengetahui bagaimana mengelola dana yang ditarik dari masyarakat dan menginvestasikannya. Sehingga penting bagi para peserta seminar BPJS ketenagakerjaan untuk mendapatkan pemahaman mengenai investasi,” tegas Wapres.

Wapres juga mengingatkan bahwa investasi di bidang ketenagakerjaan diperlukan agar para pekerja memperoleh manfaat secara langsung terhadap apa yang diinvestasikannya.

“Bagaimanapun tujuan bernegara adalah untuk memajukan bangsa ini, meningkatkan kesejahteraan umum dan memberikan jaminan kesehatan serta jaminan sosial agar terjadi keadilan sosial dalam masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dalam sambutannya melaporkan bahwa tujuan diadakannya seminar adalah untuk mendapat masukan dari para stakeholder BPJS Ketenagakerjaan untuk penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakaerjaan terutama untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja Indonesia.

Lebih jauh Agus memaparkan BPJS Ketenagakerjaan dalam penyelenggaraan jaminan sosial menghadapi berbagai tantangan baik dalam hal luasnya wilayah Indonesia, kompleksnya demografi, struktur ekonomi, serta destruksi teknologi.

“Semua tantangan tersebut menuntut BPJS Ketenagakerjaan terus berbenah diri untuk melakukan transformasi teknologi, membangun serta melengkapi sarana dan prasarana guna meningkatkan pelayanan terkait jaminan sosial ketenagakerjaan,” terangnya.

Pembukaan Seminar Nasional Ketenagakerjaan sekaligus juga peresmian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Ketenagakerjaan dan Investment Dealing Room. Acara ditandai dengan pemukulan Gong dan penandatanganan prasasti oleh Wakil Presiden.

Hadir mendampingi Wapres pada acara tersebut Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Syahrul Udjud, dan Tim Ahli Sofyan Wanandi. (MC/RN, KIP Setwapres).

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait