Kamis, 1 Desember 22

Wapres Bantah Pernah Komentari Karangan Bunga di Balai Kota

Penyebaran informasi palsu (hoax) makin hari semakin memprihatinkan. Kecerendungan sebagian besar masyarakat pengguna jejaring sosial yang begitu mudah mempercayai sebuah pemberitaan bahkan mudah mudah pula ikut menyebarkanya tak ayal membuat para pelaku penyebar hoax tersebut semakin bebas beraksi. Bahkan kiriman karangan bunga di Balai Kota Jakarta, sebagai bentuk simpati kepada Basuki Tjahaya Purnama dan Djatot Syaiful Hidayat, juga di plintir, dengan membawa-bawa nama Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla disela-sela peresmian Jaringan Wartawan Antihoax (Jawwara) oleh Poros Wartawan Indonesia (PWI) di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (28/4/2017).

Ucapan JK tersebut juga menyikapi meme-meme yang melibatkan Wapres terkait pemberian Karangan Bunga di Balai Kota untuk Ahok-Jarot. Dalam ‘meme’ tersebut, JK digambarkan tentang ketidaksetujuanya pada pemberian bunga tersebut dengan tulisan:

“Pesan Saya Pada Semua Pihak Instansi Pemerintah atau Swasta Nanti Bulan Oktober 2017 Saat Pelantikan Anies dan Sandiaga Tidak Perlu MENGHAMBURKAN UANG untuk KIRIM KARANGAN BUNGA. Itu NORAK dan KUNO. Sebaiknya Uangnya Dikumpulin Untuk Fakir Miskin dan Anak Yatim. Anies dan Sandi akan Lebih Bahagia,”

Menanggapi ‘meme’ yang sudah tersebar oleh ribuan netizen tersebut,Wapres dengan tegas membantah dan mengatakan bahwa itu adalah ulah dari pihak-pihak yang memang ingin keharmoinisan bangsa ini pecah.

“Kapan saya ngomong itu? Tadi pagi terkejut membaca itu seakan-akan saya memberikan komentar. Padahal saya tidak pernah mengomentari mengenai bunga-bunga, terkecuali bunga bank saya selalu minta untuk turun,” ujarnya seraya tertawa.

Bahkan, menurut JK,kejadian banyaknya kiriman karangan bunga tersebut justru harus disyukuri karena menjadi berkah tersendiri untuk penjual bunga.

Dalam kesempatan yang sama JK juga mengingatkan bahwa hoax telah menjadi keprihatinan nasional. Untuk itu diperlukan peran prokatif dari komunitas pers nasional untuk secara bersama-sama menanggulangi hoax dan menyegarkan kembali ruang publik dengan menulis dan menerbitkan berita-berita yang faktual dan menyejukkan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait