Minggu, 25 September 22

Walikota Bogor ke Korea, Apa Manfaatnya?

BOGOR – Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto terbang ke Korea Selatan hadiri International Forum on Urban Policy for Sustainable Development Goals yang digelar mulai hari ini hingga Jumat (10/6/2016) mendatang. Acara tersebut diselenggarakan Pemerintah Kota Metropolitan Seoul (SMG) bersama UN-ESCAP (United Nations Economic and Social Commission for Asia and The Pacific) dan CityNet. Demikian dikatakan Kepala Bagian Humas Setdakot Bogor, Encep Ali Alhamidi, Rabu (8/6/2016).

“Walikota Seoul dan Walikota Bogor akan bertemu secara khusus membicarakan kerjasama antara Kota Seoul dan Kota Bogor. Dan pada sesi ini, akan dilakukan penandatangan LoI antara Kota Bogor dan Kota Seoul,” ujarnya.

Terkait kerjasama antara Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kota Metropolitan, Seoul, lanjutnya, antara lain berintikan kesepahaman saling pengertian serta kerjasama yang menguntungkan antara masyarakat ke dua kota.

LoI ini, ujar Encep, bertujuan untuk pertukaran informasi dalam kebijakan dan teknologi di antara dua kota dan bekerja sama dalam keberhasilan pelaksanaan pembangunan kota cerdas di Bogor. Untuk tahap selanjutnya, LoI ini akan dituangkan ke dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding).

“Kerjasama tersebut di rencanakan berupa alih teknlogi dan pengetahuan berbentuk peningkatan SDM Pemerintah Kota Bogor,” kata Encep.

Selain itu, pada forum internasional ini, kata Encep, Bima dijadwalkan menyampaikan paparan tentang “Bogor Green, Smart and Heritage City”.

“International Forum on Urban Policy for Sustainable Development Goals adalah forum dan media untuk berbagi pengalaman dari kota-kota yang sukses dalam pengelolaan kota. Juga untuk mendiskusikan secara lebih mendalam isu-isu utama dalam pembangunan perkotaan (perencanaan kota, transportasi, pengelolaan air bersih, permukjiman, lingkungan hidup dan perubahan iklim, keamanan dan e-government),” urai Encep.

Bertolaknya Bima Arya ke Korea Selatan, dikritisi politisi Demokrat Maman Herman. Mantan anggota DPRD Kota Bogor ini meragukan nilai manfaat kunjungan Walikota Bogor ke luar negeri.

“Kalau hanya sekedar untuk menimba pengalaman kan atrau studi banding tidak harus ke luar negeri. Saya pikir, bisa belajar dengan Kota Depok atau Malang. Di dalam negeri saja bisa kok,” kritiknya.

Kritik serupa juga dilontarkan Ketua Forum Sosio Nasionalis (Forsosnas) Risyat Samsul Bahri. Menurutnya, setiap tahun kunjungan Walikota Bogor ke luar negeri bisa sampai lima kali, namun hasilnya tidak bisa dirasakan warga Kota Bogor.

“Beda dengan walikota sebelumnya. Bima Arya terbilang paling sering ke luar negeri. Bisa menghadiri acara seminar, undangan walikota atau jadi pembicara, atau apapun namanya. Tapi, yang paling apa manfaatnya untuk warga Kota Bogor? Sampai saat ini, setahu saya belum ada manfaatnya. Semestinya, kalau dia sadar pengehematan anggaran, tidak perlu terlalu sering ke luar negeri. Bukankah anggaran setiap SKPD dipotong hingga capaian 50 persen, tapi kenapa anggaran ke luar negeri kok tidak dihemat?,” sentilnya. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait