Kamis, 29 September 22

Walikota Bogor ke Bangka Ajak Camat dan Lurah, GP Ansor Pertanyakan Manfaat Kunjungan

BOGOR, IndeksBerita – Walikota Bogor ke Bangka mengajak Asisten Pemerintahan Hanafi, Kabag Pemerintahan Taufik serta sejumlah kasi di lingkungan Pemerintahan Kota Bogor selama tiga hari dimulai 23 sampai 25 Agustus 2017. Selain itu, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto juga mengajak jajaran lurah dan camat seluruh Kota Bogor.

Kabar yang diterima media online ini, seluruh lurah dan camat yang meninggalkan Kota Bogor untuk mengikuti studi banding ke Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung. Entah acara apa saja yang dilakukan disana. Tetapi, beredar sejumlah foto di media sosial jika Bima dan rombongan tampak sedang bersenang-senang seperti bernyanyi bersama sampai melakukan lari pagi dengan beberapa pejabat.

Menanggapi hal itu, Ketua GP PC Ansor Kota Bogor, Rahmat Imron Hidayat menyampaikan, jika benar kegiatan ini membawa manfaat untuk Kota Bogor, maka tidak ada yang salah.

“Tetapi, jika kegiatan disusupi hal-hal lain, seperti untuk kepentingan politik atau liburan semata. Jelas itu salah dan hanya menghambur-hambur biaya saja,” kata pria yang akrab disapa Rommy kepada indeksberita.com, Sabtu (26/8/2017).

Menurutnya, sebaiknya walikota beserta pejabat yang ikut ke luar kota tersebut, memaparkan hasil kegiatan selama disana setelah sampai di Kota Bogor agar bisa disampaikan ke publik.

“Karena banyak informasi dan versi soal keberangkatan puluhan pejabat ini disana. Sebaiknya, walikota dan perwakilan pejabat menggelar jumpa pers soal kunjungan ini nantinya,” imbau dia.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan Setda Kota Bogor, Hanafi mengatakan, berangkatnya para lurah dan Camat sekota Bogor, untuk mengikuti studi banding peningkatan wawasan bagi aparatur pemerintah Kota Bogor.

“Kita mendatangi kantor Bupati Bangka dan ke Kecamatan, melihat kegiatan Adminsitrasi Terpadu Kecamatan (Paten) yang sudah diterapkan di Bangka,” ungkap Hanafi.

Selain itu, sambungnya, para peserta kunker juga melihat pelimpahan kewenangan Kepala Daerah yang dilimpahkan ke Kecamatan, serta melihat berbagai inovasi inovasi lain yang ada di Kabupaten Bangka.

“Secara normatif melihat juga kesiapan Kabupaten Bangka dalam menyiapkan kepala kepala dinas, seperti kepala dinas kesehatan. Kita juga mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Sadar Lingkungan (Gemar Sawi) ke Kabupaten Bangka,” jelasnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keluhan dari masyarakat terkait pelayanan di kantor Kelurahan maupun Kecamatan, dan aktifitas pelayanan di kantor kantor kelurahan atau kecamatan tetap berjalan di pimpin oleh sekretaris masing masing wilayah.

Sekedar diketahui, jika rombongan walikota menggunakan tiket penerbangan termurah misalnya pesawat Lion Air dari Jakarta menuju Pangkal Pinang biaya keberangkatan yakni Rp308 ribu. Artinya tiket biaya pulang pergi tiap orang yakni senilai Rp616 ribu. Bila biaya akomodasi hotel termurah di Bangka diasumsikan per harinya Rp300 ribu. Maka, selama 3 hari pengeluaran tiap peserta keberangkatan sebesar Rp 900 ribu. Artinya, tiap orang yang berangkat ke Pangkal Pinang diluar biaya makan minum adalah Rp 1.516.000. Jika sebanyak 68 lurah di Kota Bogor dan 6 camat berangkat maka diperkirakan total biaya yang disinyalir dari duit APBD Kota Bogor yang dikeluarkan sebesar Rp112.184.000. Angka tersebut, belum terhitung biaya perjalanan walikota, asisten daerah, para kabag dan kasi, juga uang saku para peserta serta akomidasi makan minum. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait