Jumat, 30 September 22

Wakil Rakyat harus Jadi Mitra Curhat untuk Rakyat

BOGOR – Meski masa reses belum tiba, Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somadikarya terus lakukan konsolidasi berkumpul dengan masyarakat. Ia pun rela keluar kocek pribadi dengan membagikan doorpize demi menjaring keluhan dan berdialog dengan warga. Baru-baru ini, bertempat di Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bogor tersebut menggelar temu warga.

“Saya, Atty Somadikarya. Saya adalah wakil rakyat, wakil bapak dan ibu semua. Jadi, bukan hanya wakil partai, tapi juga wakil warga atau masyarakat. Karena itu, jika ada yang memiliki keluhan sosial mulai dari pendidikan, kesehatan dan lainnya, saya terbuka untuk berkomunikasi,” tukas Atty memperkenalkan diri yang langsung disambut apresiasi puluhan warga yang hadir.

Politisi wanita yang mengaku tidak mencalonkan diri pada pilkada Kota Bogor mendatang itu menyampaikan, dirinya sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bogor memiliki kewajiban sebagai duta informasi untuk memberitahukan hak publik sekaligus mengawal persoalan sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, anggota Komisi C DPRD Kota Bogor ini mengatakan, agar warga tidak mampu tidak putus asa menghadapi beragam persoalan dan menjadikan wakil rakyat sebagai teman curhat.

“Jika bapak atau ibu, warga tidak mampu, belum memliki BPJS dan ada keluarganya yang sakit, sampaikan ke saya. Insya Allah, saya akan membantu. Akan lebih baik lagi bila melengkapi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dengan pengantar dari RT, RW hingga kelurahan,” tuturnya.

Atty menambahkan, negara yang diwakili pemerintahan daerah harus hadir sebagai solusi membantu masyarkat dari keluarga miskin.

“Tidak saja layanan kesehatan, tapi juga pendidikan. Masyarakat gakin bisa mengajukan untuk mendapatkan Bantuan Siswa Miskin (BSM), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga bantuan modal kerja. Saat ini untuk gakin, sudah ada kemudahan tidak harus membuat badan hukum. Cukup dengan menulis surat kepada walikota dan akan dianggarkan oleh Pemkot Bogor. Sebab, hal itu sudah ada payung hukumnya pada Perwali No 28 tahun 2016,” tuturnya.

Terkait infrastruktur jalan, Penerangan Jalan Umum (PJU), Atty menambahkan, masyarakat yang membutuhkan bisa langsung menyampaikan pesan singkat ke dirinya.

“Jangan lupa, lampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta lokasi, dan difoto. Nanti, akan dilakukan verifikasi untuk ditindaklanjuti pihak Pemkot Bogor,” tuturnya.

Temu warga tersebut ditutup dengan pembagian doorprize dari Atty Somadikarya. Sejumlah ibu-ibu yang beruntung masing-masing mendapatkan beras 10 kilogram. Sementara, yang lainnya mendapatkan hadiah hiburan mulai dari payung hingga telepon genggam.

“Politisi pro rakyat itu seharusnya seperti Bu Atty. Selalu berbuat dan terus dekat dengan masyarakat. Jadi, jangan bisanya hanya pamer foto selfie di medsos tapi tidak berbuat apa-apa. Apalagi, tanpa punya konsep yang jelas,” ujar Sekretaris PDI Perjuangan PAC Bogor Timur, Rahmat Herayana yang diamini Ketua PAC Bogor Timur partai politik terkait, Gunadi. (ek

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait