Selasa, 5 Desember 23

Wakil Bupati OKU Ditahan Atas Dugaan Korupsi Dana Kuburan

Setelah sebelumnya ditetapkan sebagai Tersangka pada akhir Desember 2019 lalu, Penyidik Polda Sumatera Selatan kemudian melakukan penahanan kepada Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Johan Anuar. Wakil Bupati OKU ditahan atas kasus korupsi dana pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum.

“Ya, saudara JA telah kami tetapkan sebagai tersangka sejak Desember 2019. Saat ini sudah ditahan dan selanjutnya akan diproses hukum lebih lanjut,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Komisaris Besar Anton Setiawan, Selasa (14/1/2020).

Diketahui, Johan Anuar dijerat kasus dugaan korupsi pada proyek pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di OKU tahun anggaran APBD 2012 sebesar Rp 6,1 miliar. Setelah diaudit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 3,49 miliar.

Selanjutnya Polda Sumsel menyelidiki dugaan korupsi tersebut kepada Hidirman sebagai pemilik tanah, Najamudin mantan Kepala Dinas Sosial OKU, Ahmad Junaidi mantan Asisten I Setda OKU, dan mantan Sekda OKU Umirtom.

“Keempatnya telah dijatuhi hukuman pidana seusai divonis oleh hakim Pengadilan Negeri Tipikor,” tutur Anton

Johan Anuar sendiri usai hasil gelar perkara di Mabes Polri pada 9 September 2016 sebenranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. sudah ditetapkan sebagai tersangka

Namun, yang bersangkutan menurut Anton memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Baturaja usai menggugat Polda Sumsel pada 2018 lalu.

” Namun Penyidik menemukan bukti baru yang meyakinkan untuk kembali menetapkan saudara JA sebagai Tersangka. Mengenai bukti – bukti tersebut, akan kita beberkan nanti saat pemeriksaan tersangka,” tandas Anton.

Sementara itu Kuasa Hukum Johan,Titis Rachmawati sangat menyayangkan penahanan kepada klienya tersebut. Menurut Titis, saat ini Johan sedang dalam kondisi tidak sehat sehingga menurut Titis, penahan atas klienya itu merupakan hal yang miris.

“Saat diperiksa tim dokter tadi tensi darah Pak Johan 180/100. Sejak putusan praperadilan kemarin klien saya tidak tidur, tapi penyidik tetap memutuskan untuk menahan,” paparnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait