Kamis, 1 Desember 22

Waketum Gerindra : Agar Peran TNI Tidak Multi Tafsir, UU Terorisme Harus Detail

Pembahasan RUU Terorisme belum juga menemukan titik terang, terutama berkaitan dengan peran TNI dalam pemberantasan terorisme. Menanggapi dilema terhadap peran TNI yang membuat terkatung katungnya pembahasan UU Terorisme tadi, Wakil ketua umum partai Gerindra Ferry juliantono,menyatakan bahwa TNI sebaiknya dilibatkan dalam pemberantasaan terorisme. Dan menurutnya, jika masyarakat khawatir atas peran TNI tersebut, maka UU Terorisme harus detail.

“Sebaiknya TNI terlibat bersama Polri dalam pemberantasan terorisme. Dua institusi itu terlibat agar bisa dicegah efek negatif dlm pelakanaan UU ini seperti yg di khawatirkan masyarakat.┬áNamun demikian UU ini juga harus dibuat secara detail sehingga meminimalisir adanya multi tafsir,” ujar Ferry dalam keterangan tertulisnya kepada indeksberita.com pada Senin malam (5/6/2017).

Mengenai dasar filosofi keterlibatan TNI, Ferry mengusulkan agar filosofi Penegakan Hukum dalam UU Terorisme, harus dilengkapi dengan filosofi tentang gangguan keamanan dan kepentingan negara. Sehingga menurutnya, UU yang akan dihasilkan nanti, dapat menangkal bahaya terorisme maupun separatis.

“Paradigma RUU Terorisme memang seharusnya menjangkau filosofi mempertahankan diri terhadap ancaman kedaulatan negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa penggunaan prinsip “Hukum Darurat Berlaku bagi Kondisi Darurat’ merupakan sesuatu yang dibenarkan. Dan Kondisi ‘darurat tadi, jelas Ferry, menempatkan Dignity of State (Ancaman terhadap Kedaulatan Negara red), sebagai prioritas negara.

Masih menurutnya, ancaman terhadap kedaulatan negara (Dignity of State) menjadi prioritas negara, sudah sesuai pula dengan Tap MPR NO VII TH 2000 dan pasal 30 UUD 1945 pasal 30.

Terakhir, menurut Ferry, dengan adanya perubahan filisofi tadi, maka keterlibatan TNI bersama Polri dalam pencegahan dan penindakan terorisme, akan lebih efektif. “Perubahan filisofi ini menjadi dasar kebersamaan TNI-POLRI dlm pencegahan dan penindakan terorisme,” pungkasnya

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait