Jumat, 9 Desember 22

Jembatan Sempur Rentan Ambruk

BOGOR – Imbas dari ujicoba Sistem Satu Arah (SSA), kondisi Jembatan Sempur di Jalan Jalak Harupat dinilai sangat mengkhawatirkan karena rentan ambruk. Sebab, jembatan yang dibangun tahun 1818 semasa kependudukan Belanda tersebut sudah terbilang tua dan hingga saat ini belum pernah dilakukan perbaikan.

“Jembatan Sempur, sampai saat ini memang harus segera diperbaiki, karena jembatan itu sudah mengalami penurunan sekitar 15 sentimeter kondisi bangunannya,” tukas Anggota Komisi C, DPRD Kota Bogor, Budi saat diwwancarai indeksberita.com, Selasa (5/4/2016).

Terkait Jembatan Sempur, ditambahkan Budi, beberapa tahun sebelumnya pernah dilakukan penelitian dan disimpulkan memang sudah sangat mendesak perlu disegerakan perbaikan. Kendati selintas jembatan tersebut terlihat kokoh dengan ketebalan mencapai 28,8-35 Megapastel (Mpa), namun batu bata yang digunakan  hanya setebal 15 Mpa.

“Sebelumnya, pernah dilakukan penelitian konsultan. Informasi yang kami input, diketahui sedikitnya terdapat 22 titik kerusakan dan keretan di jembatan ini yang setiap harinya dilindasi kendaraan lebih dari 3.000 unit. Guna menghindari hal-hal tak diiinginkan perlu kiranya segera diperbaiki. Sebagai solusi alternatif, pemkot masih bisa mengalokasikan anggaran dari bantuan provinsi,” tuturnya.

Kondisi mengkhawatirkan Jembatan Sempur ini diakui warga sekitarnya. Menurut warga sekitar, Anda Suhanda, terjangan arus Ciliwung terutama saat musim hujan membuat pondasi jembatan ini mulai terkikis. Bahkan, separuh batubatu fondasi sudah rontok. Selain itu, atap kolong jembatan juga dipenuhi lumut. Dikhawatirkan, dinding itu mudah terkikis.

“Kalau dilintasi lebih dari tiga truk, kami sering melihat jembatan ini bergoyang,” tukasnya.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bogor, Sudradji mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pengujian dan pemeriksaan terhadap kondisi Jembatan sempur yang terlintasi langsung oleh SSA.

“Jembatan Sempur, memang harus dilakukan antisipasi. Karena, kondisinya sudah mulai rusak dan rapuh bangunannya,” singkatnya. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait