Sabtu, 10 Desember 22

Usut Pelanggaran Etik Ketua BPK, Majelis Kehormatan Diminta Libatkan PPATK dan KPK

Jakarta – Untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis, Koalisi Selamatkan BPK mengusulkan agar Majelis Kehormatan Kode Etik (MKKE) BPK melibatkan lembaga lain seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu diungkapkan Wakil Koordinator Koalisi Selamatkan BPK Agus Sunaryanto saat bertemu Majelis Kehormatan Kode Etik BPK, Rabu (18/5/2016), di Gedung BPK, Jakarta.

“Beberapa pihak terkait yang kami sarankan untuk dilibatkan dalam pemeriksaan Ketua BPK adalah PPATK, Ditjen Pajak, dan KPK khususnya Direktorat LHKPN,” ujar Agus.

Menurut Agus, pelibatan lembaga lain selain MKKE dapat membuat kinerja tim lebih independen dan profesional.

Terlebih, lanjut Agus, ketiga pihak itu dianggap memiliki kapasitas untuk memeriksa tiga dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua BPK.

Ketiga dugaan itu adalah rangkap jabatan sebagai Direktur Sheng Yue International, ketidakjujuran dalam menyampaikan informasi kepemilikan dan jabatan Direktur Sheng Yue International, dan ketidakpatuhan melaporkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) kepada KPK.

Dalam hal pembuktian kepemilikan perusahaan serta rangkap jabatan sebagai direktur, PPATK dan Ditjen Pajak dapat untuk melacak transaksi keuangan dan data pajak Harry kepada perusahaan Sheng Yue International yang dimilikinya.

Sedangkan Direktorat Laporan Harta dan Kekayaan Penyelenggara Negara Komisi Pemberantasan Korupsi (LHKPN KPK) dapat melacak penyebab ketidakpatuhan pelaporan LHKPN milik Harry.

Seperti diketahui, Koalisi Selamatkan BPK sebelumnya terlah melaporkan Ketua BPK Harry Azhar Aziz ke Majelis Kehormatan Kode Etik BPK, Selasa (26/4/2016) lalu.

Koalisi tersebut terdiri dari Indonesia Budget Center (IBC), Media Link, Indonesia Parlementary Center (IPC), Indonesia Corruption Watch (ICW), dan Perkumpulan Inisiatif.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait