Senin, 3 Oktober 22

Usai Ditutup, D Sniper Kembali Buka, Ada Apa?

BOGOR – Belum lama ditutup Satuan Petugas Pamong Praja (Satpol PP) bersamaan disegelnya Cafe 31 lantaran tidak memiliki gangguan HO dan izin operasional, tepatnya Jumat (15/7/2016). Namun, Sabtu (16/7/2016) petang, Tempat Hiburan Malam (THM) D’ Sniper di kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR) sudah buka kembali.

Meski sebelumnya, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama Kepala Satpol PP, Herry Karnadi dan belasan anggotanya sudah memberi ultimatum agar tidak beroperasi sebelum menyelesaikan perizinannya. Tapi, THM yang disinyalir menjual minuman beralkohol tersebut nekat beraktivitas.

“D Sniper dan Cafe 31 di BNR, sama-sama tidak punya izin. Anehnya, D Sniper yang sudah berulangkali disatroni Satpol PP, kok malah seperti kebal hukum. Bahkan, masih terus buka hingga pukul 02.00 dini hari. Ada main mata dengan pemkot atau ada beking yang kuat dibelakang THM D’Sniper ini,” kata Ketua LSM Forum Sosio Nasionalis (Forsosnas), Risyat Samsul Bahri kepada indeksberita.com, Senin (18/7/2017).

Dia juga menyayangkan wibawa Walikota Bima Arya Sugiarto yang dinilai tidak dianggap pemilik THM tak berizin tersebut. Ketua Forsonas ini juga mengajak media online ini untuk bersama-sama memantau ke lokasi yang dimaksud untuk membuktikan.

“Bayangkan, saat bulan puasa, buka. Setelah itu, D Sniper ditutup. Belum lama ini, bersamaan dengan Cafe 31 disegel kembali, kembali ditutup lagi oleh Satpol PP yang datang dengan Walikota Bogor. Tapi, setelah itu kok berani buka lagi. Ada apa? Apa walikota dan Satpol PP takut dengan beking D Sniper yang disebut-sebut ada dugaan oknum aparat dibelakangnya?,” tandas pria yang akrab disapa Samsul saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Mulyaharja, tidak jauh dari BNR.

Informasi yang berkembang, disinyalir ada pejabat tinggi berseragam dari dua korps berbeda yang menjadi pemodal kedua THM yakni Cafe 31 dan D Sniper. Namun, setelah Cafe 31 kembali disegel, D Sniper yang sudah berulangkali mendapatkan surat teguran dan didatangi Satpol PP, malah unjuk gigi kembali beroperasi.

“Ya, disini buka sejak malam Minggu (16/7/2016) yang lalu, Mas. Kalau mau tanya lebih jauh soal D’Sniper saya tidak tahu, kan saya cuma karyawan,” ujar pegawai berperawakan jangkung menggunakan kaos hitam menolak menyebutkan namanya saat ditanya media online ini.

Tiga hari sebelumnya, saat menyatroni dan menutup D’Sniper, Jumat (15/7/2016) petang lalu, Walikota Bima Arya menyampaikan untuk tidak beraktivitas. Bahkan, ia mengatakan, hari ini, Senin (18/7/2016), pihaknya akan memanggil pengelola BNR.

“Saya minta tertib tidak ada miras tidak ada disko dan jam malam pada jam 12 tutup. Tapi, bila masih beroperasi, jam 12 kita akan tutup paksa. Ini kawasan rawan yang harus ditertibkan. Tidak menutup kemungkinan kawasan ini menjadi tempat kemaksiatan, tempat tawuran dan mungkin ada miras, ada geng motor dan prostitusi,” tukas Bima ketika menyatroni THM D’ Sniper saat itu. (Bb Suryadi)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait