Rabu, 29 Juni 22

UGM Tolak Usulan Wajib Hafal Kitab Suci untuk Penerimaan Mahasiswa

Universitas Gadjah Mada menolak usulan pemerimaan mahasiswa baru melalui jalur prestasi penghafal kitab suci. Usulan tersebut dilontarkan secara tertulis oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Eko Suwardi.

Juru Bicara UGM Iva Aryani mengungkapkan bahwa surat usulan tersebut sebenarnya bersifat internal, namun kemudian tersebar dan akhirnya menjadi viral di media sosial.

“Pada intinya ya, pimpinan universitas tidak mengakomodir usulan itu,”ujar Iva , Sabtu (4/11/2017).

Pada dasarnya menurut Iva, usulan adalah normal-normal saja dalam sebuah institusi. Siapa pun berhak mengeluarkan usul ataupun gagasan. Namun terhadap usulan dari Eko Suwardi tersebut, Iva menyatakan bahwa pihak UGM tidak akan menindaklanjuti.

Secara Resmi Humas Universitas Gajah Mada juga menjelaskan bahwa sebagai Universitas nasional, UGM terbuka bagi siapa pun anak bangsa yang berprestasi dan berasal dari berbagai kalangan maupun latar belakang.

Berikut penjelasan resmi dari Humas UGM terkait usulan Eko Suwardi yang oleh sebagian publik dianggap kontroversial tersebut:

Sebagai universitas nasional, UGM terbuka bagi siapa pun anak bangsa yang berprestasi dan berasal dari berbagai kalangan maupun latar belakang. Dalam pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi, UGM selalu berlandaskan Pancasila, UUD NRI 1945, dan kebudayaan Indonesia. Landasan inilah yang melatarbelakangi proses penerimaan mahasiswa baru UGM.

Terkait surat dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM nomor 5447/UN1/EB/KL/2017 perihal usulan jalur penerimaan mahasiswa baru di UGM dengan ini disampaikan bahwa Pimpinan UGM telah memutuskan untuk tidak mengakomodasi usulan tersebut.

Demikian informasi ini disampaikan semoga menjadi perhatian.

(Humas Universitas Gajah Mada)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait