Kamis, 7 Juli 22

Tumpak Sitorus : Sistem Chronos yang Diterapkan di Bandara Soekarno Hatta, Berpotensi Menimbulkan Kekacauan Penerbangan

Ketua Bidang Transportasi dan Energi Seknas Jokowi, Tumpak Sitorus khawatir bakal terjadi kekacauan di Bandara Soekarno Hatta jelang liburan hari raya Natal 2017 dan malam pergantian tahun 2017 ke tahun 2018.  Hal ini diakibatkan oleh tidak terjadinya sinergitas pihak otoritas bandara. Tidak terjadinya sinegi menurut Tumpak, karena sistem Chronos yang diterapkan, sudah tidak relevan dengan perkembangan penerbangan domestik dan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.

Adapun sistem Chronos adalah, sistem aplikasi real slot yang dibuat oleh AirNav Indonesia yang terkoneksi dengan sistem Flight Approval atau ijin rute. Sebelumya, kata Tumpak, Slote Time yang diatur atas Instruksi Menteri (IM) Nomor 16 tahun 2017 menggantikan IM Nomor 8 tahun 2016 tidak ada kajian hukum yang jelas terkait batas maksimum pergerakan pesawat.

“Tahun 2016 menjadi 72 pergerakan dan di tahun 2017 ini menjadi 80 pergerakan per jam, baik itu yang landing atau take off, penambahan jumlah tersebut harus dipertanyakan, punya siapa?,” katanya.

Tumpak Sitorus diwawancara berkaitan dengan penerapan sistem chronos di bandara. Foto Rijal Ilyas
Tumpak Sitorus diwawancara berkaitan dengan penerapan sistem chronos di bandara. Foto Rijal Ilyas

Dengan sistem Chronos milik Direktorat Jenderal Perhubungan Udara ini seluruh maskapai memiliki akses langsung untuk mengajukan slot, mengubah slot hingga membatalkan slot.

“Saya khawatir pada pekan liburan akhir tahun ini akan semakin banyak ke kacauan, sistem chronos yang diterapkan sekarang sangat berbahaya pada keselamatan penerbangan, karena menggunakan satu radar. Chronos sudah tidak relevan,” ujar Tumpak, di Mengteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/12).

Untuk itu, dia menganjurkan agar pihak otoritas mengantikan sistem Chronos ke sistem Air Traffic Flow Management (AFTM). Lantaran sistem itu bakal memastikan slot penerbangan sesuai jadwal  penerbangan.

“Model atau sistem Chronos yang sekarang di terapkan di Bandara Internasional Soekarno Hatta sudah tidak kompatibel dengan padatnya  penerbangan sipil,” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait