Sabtu, 2 Juli 22

Tuduh Buya Syafi’i Maarif Dapat Amplop Dari Gereja, Lelaki Ini Diamankan Polisi

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang pemuda berinisial AA (34). AA diamankan Polisi lantaran menyebarkan tuduhan,fitnah dan ujaran kebencian kepada Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Marif, dengan mengatakan Buya Syafi’i Maarif dapat amplop saat mengunjungi Gerrja Lidwina yang diserang orang tak dikenal.

Tak hanya kepada Buya Syafii, lewat akun Facebooknya AA juga mengunggah postingan bernada ujaran kebencian kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Pada Rabu (14/2/2018) pukul 02.30 WIB, Satgas Patroli Medsos Dittipidsiber Bareskrim Polri telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebaran hate speech,” ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (15/2/2018).

Postingan AA yang menuduh Buya Syafii Maarif mendapat Amplop adalah postingan terkait kunjungan Buya ke Gereja Lidwina Sleman usai penyerangan pada Minggu 11 Februari 2018 lalu. Disertai postingan berupa Foto Buya,AA menuliskan status sebagai berikut :

“Saat ulama diserang dan dibunuh, dia diam dan cuek saja. Giliran gereja diserang, dia dengan sigap menjenguk gedung gereja tersebut. Mengapa bisa begitu..? Sebab, kalau ke gereja dia dapat amplop?”

Dalam beberapa postingan lain, AA juga mengunggah status di ‘dinding pribadi facebook miliknya”. Unggahan statusnya ditujukan kepada Presiden Jokowi dengan untaian kalimat seperti :

“Beda level, Umar bin Khattab adalah Khalifah, sementara Jokowi cuma jongosnya Aseng dan Asing“

“Kalau gak ngutang, ya jual asset Negara. Itu kehebatan Jokowi “

AA juga memposting unggahan yang ditujukan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan menuliskan kalimat: “Polisi zaman now justru membiarkan kejahatan membungkam suara Keadilan”

Salah satu postingan AA yang lain adalah saat ia berpose menggunakan senjata laras panjang sambil mengunggah foto Imam Besar FPI Rizieq Shihab disertai tulisan : “Siap mengawal kepulangan Imam Besar Habib Muhammad Rizieq Syihab Lc,MA. TAKBIR!”.

Brigjen Fadil Imran menjelaskan saat dilakukan pemeriksaan pelaku mengungkapkan motif pelaku adalah rasa kekecewaan dan spontanitas.

“Dia (pelaku) menyebarkan konten hate speech dengan alasan spontanitas atas ungkapan rasa kecewa,” jelas Fadil.

Atas kejadian itu, pelaku terancam dikenakan Pasal 45 ayat (3) Jo pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP.

AA (34) diketahui merupakan karyawan swasta pemilik akun facebook dengan inisial AA. Polisi lalu mengamankan barang bukti berupa 1 unit handphone Xiaomi Redmi3S, SIM card telkomsel, Akun Facebook AA, serta 1 unit Senjata laras panjang air softgun.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait