Kamis, 7 Juli 22

Tim 11 PA 212 Beberkan Hasil Pertemuan Turtupnya Dengan Jokowi

Tim 11 Persaudaraan Alumni 212 (PA212) membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan secara tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu 22 April 2018 lalu. Ada beberapa point yang disampaikan pihak Tim 11 PA 212 kepada Presiden dalam pertemuan  tersebut.

“Pertemuan itu untuk menyampaikan informasi akurat terkait kasus-kasus kriminalisasi ulama dan aktivis 212,” ujar Ketua Tim 11 Ulama Alumni 212, Misbahul Anam dalam konferensi pers di Restaurant Lazzarera ,Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018).

Pertemuan tersebut ,lanjut Misbahul, pihaknya memgharapkan agar Presiden mengambil kebijakan menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis 212, serta mengembalikan hak-hak para ulama dan aktivis 212 korban kriminalisasl sebagai warga negara.

“(melalui) Pertemuan tersebut diharapkan agar presiden mengambil kebijakan menghentikan kasus-kasus kriminalisasi ulama dan aktivis 212,” imbuh Misbahul.

Namun Tim 11 Ulama Alumni 212 menyesalkan bocornya pertemuan mereka dengan Presiden tersebut. Padahal menurut Misbahul, pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh pihak lain, termasuk pewarta dan saat pertemuan, Alumni 212 tidak diperkenankan membawa alat komunikasi.

“Kami menduga ada pihak ketiga yang mencoba mengadu domba antara presiden dengan umat Islam,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Tim 11 Ulama Alumni 212 yang terdiri dari petinggi Persaudaraan Alumni (PA) 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, dan Front Pembela Islam (FPI) meminta Istana mengusut kasus bocornya foto itu.

“Meminta istana untuk mengusut tuntas bocornya foto yang merupakan rahasia negara itu,” tandas Misbahul.

Sementara itu Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa pertemuan dirinya dengan Ulama Alumni 212 tersebut dalam rangka mempererat silaturahmi dan menjaga persaudaraan.

“Semangatnya adalah menjalin tali silaturahmi dengan para ulama, habib, kiai, ustaz dari seluruh provinsi yang ada di Tanah Air. Menjalin persaudaraan, ukhuwah kita dalam rangka ya menjaga persaudaraan, persatuan di antara kita,” ujar Jokowi usai acara pelepasan ekspor perdana Mobil Mitsubishi Expander tahun 2018 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (25/4/2018).
Jokowi menuturkan, pertemuan tersebut bukan hal baru. Pasalnya belakangan ini dirinya memang sering menggelar pertemuan dengan ulama dan kiai dari pelbagai daerah.

“Hari Minggu saya kan hampir tiap hari, tiap minggu ke ponpes bertemu ulama, mengundang ulama ke Istana,” paparnya.

Jokowi berharap pertemuan dirinya dengan para ulama bisa menyelesaikan banyak masalah di lingkungan masyarakat. Dia juga berharap pertemuan itu bisa mensinergikan langkah pemerintah dengan para ulama ke depannya.

“Diharapkan ulama dan umarah bisa selesaikan masalah bersama sama. Pertemuan kemarin secara garis besar arahnya pembicaraannya ada di situ,” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait