Kamis, 7 Juli 22

Tidak Semua Palsu, Vaksinasi Ulang Tunggu Kajian Ikatan Dokter Anak

Rencana Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan vaksinasi ulang terkait peredaran vaksin palsu di sejumlah tempat, masih harus menunggu hasil kajian Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Kajian itu, Menurut Menteri Kesehatan Nila Moeloek, diperlukan mengingat tidak semua vaksin yang diberikan kepada anak-anak Indonesia adalah vaksin palsu.

“Kami harus menilai dulu bersama pakarnya, bersama IDAI, karena tidak semua vaksin itu diberikan adalah palsu,” kata Nila usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Pengkajian juga diperlukan karena belum tentu kedelapan vaksin yang anak-anak terima selama ini adalah palsu. Kemenkes akan tetap memastikan anak-anak Indonesia tetap mendapatkan delapan vaksin wajib.

“Jika ternyata yang palsu hanya satu, berarti tidak harus diulang semua. Namun, itu tentu butuh pendataan yang baik. Ini kami akan telusuri lagi. Kami akan lakukan survei kepada rumah sakit yang sudah ditetapkan Bareskrim. Kami lihat semua datanya,” lanjut Nila.

Sejauh ini, dari hasil penelusuran satgas dan Polri, diketahui sebanyak 14 rumah sakit di Jawa dan Sumatera yang berlangganan vaksin palsu. 

Vaksin palsu yang diduga telah beredar selama 13 tahun itu tersebar di sekitar Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Semarang, Banten, Medan, Aceh, dan Padang. 

Dalam kasus ini pihak kepolisian sudah menetapkan 18 orang sebagai tersangka.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait