Selasa, 5 Juli 22

The Rendezvous: Sebuah Pamaren Lukisan Mini Digelar di Surabaya

Jelang gelaran pameran lukisan yang berlangsung, 30 Maret hingga 30 April 2018 di Maxone Hotel Dharmahusada Surabaya. Little Sun Art and Media Management, selaku penyelenggara, menjelaskan bahwa mereka sengaja melibatkan lima perupa berlatar belakang karakter berbeda. Kelimanya itu adalah, Pudja Kusuma, Sulistyono, Sholeh Faris Ruswana, Sony Tri Laksono dan Indrawati Tjondro,

Heti Palestina Yunani mewakili Little Sun Art and Media Management menjelaskan, pameran dalam kemasan mini, yang kemudian menjadi tema berlangsungnya acara, yaitu, “ The Rendezvous; Sebuah Mini Exhibition”, penyelenggara menyebutnya bukan berarti kecil, apalagi ecek-ecek. Tetap, seperti pada penyelenggaraan pameran yang ada, mini merupakan istilah saja.

“Di pameran ini juga seperti eksibisi-eksibisi (pameran) yang ada, mini exhibition ini cuma saya istilahkan saja. Tetap pameran ini untuk menampung upaya dari seniman yang ingin menunjukkan karyanya kepada publik dengan cara yang simple,“ ujar Heti, saat dihubungi semalam, Jumat, 30 Maret 2018.

Menurut Heti, konsep mini merupakan bentuk berbeda, dari yang selama ini ia lakukan dalam menggelar pameran lukisan. Ia sengaja memilih konsep mini, karena pas dengan karakter pemilik Maxone Hotel Johny, yang dikenalnya sebagai sosok simpel.

“Ini sebuah bentuk exhibition berbeda yang saya (Little Sun Art and Media Management), tawarkan untuk Maxone Hotel. Sang owner, Johny -yang juga orang simpel- menyambut konsep ini dengan tanpa ribet. Bertemu sekali, go!, “ terang Hati.

Karya rupa yang dipamerkan di The Rendexvous : Mini Exhibition (dok: Heti PY
Karya rupa yang dipamerkan di The Rendexvous : Mini Exhibition (dok: Heti PY

Makna mini sendiri, tambah Heti,, juga tak jauh dari caranya dengan pihak Maxone sendiri dalam mempersiapkan pameran. Itu  ia katakan, asal ada karya seniman yang sudah siap, tidak usah pusing pilih-pilih dengan kriteria rumit.

Kesan  ini ditunjukkannya dengan lebih menonjol. Heti menguraikan, ruang pameran yang ditempati, hanya perlu penyesuaikan interior yang ada, tidak perlu ruangan khusus. Event, tambah Heti, juga tidak perlu dibuka secara formal.

“Pasang lukisan, ajak beberapa teman datang disuguhi kopi, jadi deh. Sampai waktu pun juga bisa bebas ditentukan tergantung respon. Bagus responnya ya lanjut terus. Begitu tema ingin diganti ya lukisan bisa dirolling sewaktu-waktu. Mini banget mikirnya. Yang penting eksibisi jalan, “ urai ibu dari Vatikan dan Afghanistan ini.

Heti  memilih kata “Rendezvous” yang cocok dibuat mini exhibition kali ini. Karena “Rendezvous” menurutnya berasal dari bahasa Perancis, dalam bahasa Inggris Amerika, pemakaiannya mirip dengan “meet”; berarti pertemuan informal yang spontan.

“Jadi, kita bisa bilang, “Let’s rendezvous at the lobby to go to lunch.” Persis! Selama “The Rendezvous” berlangsung sebulan, saya akan sering di Maxone Hotel untuk sekadar mengajak beberapa orang bergantian menikmati lukisan yang saya bawa sambil ngopi atau makan siang. Sini, rendezvous dengan saya!,“ begitulah kata Heti megakhiri.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait