Rabu, 6 Juli 22

Hanya Karena Terlambat 1 Menit Michael Bates Malu dan Menyatakan Mundur Sebagai Menteri

Bagi sebagian orang keterlambatan adalah hal biasa. Tetapi tidak bagi menteri ini. Karena Terlambat 1 Menit Michael Bates Malu dan Menyatakan Mundur Sebagai Menteri Negara untuk Departemen Pembangunan Internasional Inggris.

Bates menyatakan sangat malu lantaran ia telat dalam sebuah sesi debat Parlemen yang pada Rabu (31/1/2018) di London.

Bates yang seharusnya berada di parlemen pada pukul 15.00 waktu London untuk menjawab pertanyaan dari Ruth Lister dari partai oposisi, Partai Buruh, soal kesenjangan pendapatan. Karena keterlambatanya, Bates digantikan oleh wakilnya, John Taylor, untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Washington Post, Bates hanya terlambat sekitar satu menit atau bahkan kurang dari waktu itu. Namun Bates menganggap itu adalah aib yang tidak dapat dia maafkan walapun pelakunya adalah dirinya sendiri.

Dalam sambutanya, Menteri dari Partai Konservatif ini kemudian berdiri di tengah anggota parlemen dan seperti kebanyakan orang yang datang terlambat, meminta maaf.

“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada Baroness Lister atas ketidaksopanan saya tidak berada di tempat ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya yang sangat penting,” ujar Bates.

Usai menyampaikan permohonan maafnya, dengan nada tegas Bates mengucapkan kalimat yang membuat semua anggota parlemen terkejut. Karena mengaku telah melakukan aib dan hal memalukan, Bates menyatakan akan mengundurkan diri sebagai Menteri.

“Saya sangat malu tidak berada di tempat ini, oleh karenanya saya menyampaikan pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri, yang akan dilakukan secepatnya,”

Sontak semua anggota parlemen menjawab “Tidak..” . Bahkan setelah Bates keluar, anggota dewan Baroness Smith dari Basildon menginterupsi dan mengatakan bahwa keterlambatan Bates adalah hal manusiawi yang dapat menimpa siapa saja.

“Permintaan maaf dari Lord Bates sangat mencukupi. Itu adalah kesalahan kecil yang bisa dilakukan oleh kita semua dalam setiap kesempatan,” ujarnya.

Simpati terhadap sikap Bates juga ditunjukan Ruth Lister yang merupakan politisi dari partai oposisi dan selama ini dikenal sebagai tokoh yang kerap bertentangan dengan Bates. Ruth bahkan menyatakan ketidak relaanya apabila Bates mengundurkan diri.

“Dari semua menteri yang saya inginkan untuk mundur, dia (Bates) adalah yang terakhir,” kata Lister.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait