Kamis, 7 Juli 22

Terkait Kerusuhan di Mako Brimob, Hendardi : Evaluasi Sistem Penjara Napi Teroris

Terkait penyerangan narapidana teroris terhadap aparat kepolisian  di Mako Brimob yang menimbulkan korban jiwa 5 orang dari aparat dan 1 narapidana teroris, Hendardi sebagai Ketua Setara Institute menyampaikan duka atas gugurnya sejumlah anggota Polri dalam penanganan kerusuhan tersebut. Dari kejadian tersebut ia mengungkapkan, perlunya evaluasi terhadap sistem penjara napi teroris.

Peristiwa kerusuhan tersebut menunjukkan, penanganan narapidana dan lembaga pemasyarakatan terorisme tidak bisa menggunakan standar biasa. Narapidana teroris masuk kategori high risk dan perlu penanganan khusus.

“Pemerintah harus memberikan dukungan penguatan Lapas untuk jenis-jenis kejahatan serius,” kata Hendardi melalui pesan tertulisnya.

Ia mengungkapkan, penyerangan oleh napi terorisme menunjukkan bahwa kekuatan kelompok teror masih eksis dan efektif berjejaring dan terus menjadi ancaman bagi keamanan. Peristiwa ini, lanjutnya, mengingatkan semua pihak untuk tidak berkompromi dengan radikalisme dan terorisme yang mengancam keamanan dan ideologi bangsa.

Ia yakin, penyikapan atas terorisme harus terus dilakukan dan dimulai dari hulu terorisme, yakni intoleransi. Dan semua pihak harus menghentikan politisasi isu intoleransi dan radikalisme hanya untuk kepentingan politik elektoral 2018 dan 2019.

“Politisasi isu intoleransi dan radikalisme hanya untuk kepentingan politik elektoral 2018 dan 2019, justru akan memberikan ruang bagi kebangkitan kelompok ekstrimis,” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait