Jumat, 12 Agustus 22
Beranda Featured Terbitkan Surat Terkait Aksi Bela Islam, Plt Kepala Kesbang Sumut Terancam Dicopot

Terbitkan Surat Terkait Aksi Bela Islam, Plt Kepala Kesbang Sumut Terancam Dicopot

0

MEDAN — Pelaksana tugas Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Zulkifli Taufik terancam dicopot dari jabatannya karena mengeluarkan surat yang dianggap menghalangi aksi Bela Islam 25 November dan 2 Desember 2016.

Surat bernomor 300-3022/BKB P-DM yang ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Agama Sumut tentang antisipasi unjuk rasa aksi bela Islam III tanggal 21 November 2016 dianggap pengunjuk rasa anti Ahok (aksi bela Islam) yang memusatkan aksinya hari ini, Jumat 2 Desember 2016 di Masjid Agung Medan, mengintervensi ulama.

Surat yang ditandatangani Zulkifli atas nama Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi itu berisi permintaan kepada Kepala Kantor Wilayah Agama Sumut agar menekankan kepada Kepala Kantor Agama se Sumut menyurati Badan Kenaziran Mesjid dan Khatib Sholat Jumat agar menyampaikan khotbah menyejukkam umat dan memberi kesempatan terhadap penegak hukum terhadap penyelesaian kasus penistaan agama.

Isi surat edaran itu diprotes oleh massa aksi kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, karena dianggap hendak menghalang-halangi rencana aksi damai pada hari ini.

Peserta aksi mempertanyakan surat itu kepada Gubernur Tengku Erry.”Kami menanyakan surat Plt Kepala Kesbang Linmas,”kata koordinator aksi Bela Islam Rafdinal.

Namun Erry berkilah bahwa surat yang dikeluarkan Kesbang Linmas Sumut itu tidak dia ketahui.”Saya tidak tahu surat itu,” ujar Erry di hadapan ribuan pengunjuk rasa yang berkumpul di luar gerbang Kantor Gubernur Sumut yang bersebelahan dengan Masjid Agung Jalan Diponegoro Medan.

Mendengar pengakuan Erry, massa tak percaya.”Bagaimana bisa pemimpin tidak tahu ada anggotanya yang mengedarkan surat itu. Kalau memeng benar begitu, berarti Kepala Badan Kesbangpolinmas bertindak di luar perintah Gubernur,” Rafdinal.

Pernyataan Rafdinal langsung disahuti massa aksi.”Pecat Kepala Badan Kesbangpolinmas Sumut,” teriak massa.Teriakan massa disambut Gubernur Tengku Erry.”Baik, nanti akan kita ganti, karena memamg pejabatnya saat ini masih bertatus pelaksana tugas,” ujar Erry.

Zulkifli Taufik tak bisa dikonfirmasi Indeksberita perihal tudingan menghalangi unjuk rasa bela Islam. Namun dalam surat yang ia tandatangani itu tertera dasar ia menyurati Kakanwil Agama adalah hasil rapat penggalangan cipta kondisi. Salah satu pejabat di Kantor Gubernur Sumut menyatakan, Zulkifli tak berniat menghalangi unjuk rasa anti Ahok.

“Pak Zulkifli mengeluarkan surat itu hasil rapat Forum Komunitas Intelijen Daerah (Forkominda) karena Kepala Kesbang Linmas sebagai Sekretaris Forkominda. Jadi Gubernur mestinya tahu karena dia Ketua Forkominda,”kata pejabat yang enggan namanya ditulis itu.