Selasa, 24 Mei 22

Tepi Indonesia: RUU yang Melarang Artis Menjadi Anggota DPR Harus Ditolak

Pelarangan maupun mengetatkan artis untuk menjadi anggota DPR yang akan tercakup dalam RUU Pemilu, mendapat reaksi negatif dari publik. Komite Pemilih Indonesia (Tepi Indonesia), beranggapan bahwa pelarangan itu menunjukan sikap diskriminatif, yang melanggar demokrasi dan hak azasi manusia. Negara seharusnya menjamin dan memfasilitasi semua warga negara agar bisa mendapatkan hak-haknya. Sedangkan hak untuk dipilih adalah hak azasi, dalam konsep HAM ini menjadi wilayah internum, yang tak boleh dikurangi dalam bentuk apapun.

“Setiap orang memiliki hak untuk memilih dan dipilih. Ini dijamin oleh UUD, sehingga tak boleh dibatasi. Dan profesi sebagai artis, derajatnya sama dengan profesi sebagai pengacara, guru, pengusaha, dan lainnya. Semua profesi ini memiliki hak yang sama untuk menjadi calon anggota legislatif. Karena itu, pelarangan profesi artis apalagi jika diatur dalam UU, merupakan sebuah tindakan diskriminatif terhadap profesi artis”

Menurut Jeirry jika ada prilaku atau kinerja anggota DPR dari latar belakang kalangan artis yang kurang baik bahkan kurang terpuji, itu tak boleh lalu dikenakan sebagai sebuah kesalahan profesi. Tapi itu adalah soal pribadi orang yang bersangkutan. Dan di DPR, orang yang bersangkutan bisa dikenakan sangsi, baik melalui BK DPR maupun oleh Fraksi atau bahkan oleh partainya sendiri. Sudah ada lembaga yg berwenang untuk memberikan sangsi, DPR, Faksi dan Partai.

Menurut Jeirry selama ini kasus-kasus yang melibatkan anggota DPR, juga berasal dari berbagai latar belakang profesi.
“Kalau kita lihat kasus-kasus yg ada di DPR, baik kasus kriminal maupun kasus moral, pelakunya berasal dari profesi yg beragam, tidak hanya kalangan artis. Jadi biarlah siapa yg akan masuk menjadi anggota DPR, diserahkan kepada pemilih. Itu adalah otoritas penuh dari pemilih untuk memilih caleg dari kalangan profesi manapun, termasuk dari kalangan artis. Dan RUU yang membatasi itu harus ditolak” demikian pernyataan Jeirry menutup pembicaraan ini.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait