Selasa, 5 Juli 22

Tanggapan Ketua MWA Unpad Atas Kritik Terhadap Rektor: Silahkan Kritik Dengan Tetap Menjaga Corps de Esprit

Kritikan yang disampaikan oleh Keluarga Besar Aktivis Universitas Padjajaran (KBA Unpad) kepada Rektor Unpad Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr , mendapat respon dari Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) Unpad, Rudiantara. Tanggapan Ketua MWA Unpad atas kritik terhadap rektor disampaikan lewat wawancara melalui pesan tertulis, menjawab konfirmasi yang indeksberita.com minta.

Rudi menyatakan, bahwa kritik adalah suatu masukan untuk perbaikan. Tetapi iya mengingatkan agar dalam menyampikan kritik tetap menjaga Corps de Esprit Unpad.

“Apalagi di UNPAD, dunia pendidikan yang eko-sistemnya mempunyai nalar dan berlatar belakang ilmiah, tentu tidak boleh ada yang menutup diri terhadap kritik yang baik,” ujar Rudi kepada indeksberita.com, Minggu (29/4/2018).

Namun Rudi juga menegaskan, kendati Kampus menyambut baik setiap kritikan yang dialamatkan, namun Rudi juga meminta agar setiap kritikan harus disertai dengan data dan fakta serta lebih baik apabila disampaikan pula opsi solusinya.

Sebelumnya Setya Dharna dari Keluarga Besar Aktivis Unpad (KB Aktivis Unpad) mengatakan bahwa Tri Hanggono tak layak lagi memimpin Unpad. Desakan ini disampaikan dalam aksi yang digelar di Gedung Departemen Statistika, Unpad Jatinangor, Sumedang, Rabu, (25/04/2018). Dalam aksi ini mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Pecat Rektor”.

Pasalnya menurut Setya, sejak Tri Hanggono menjabat rektor keran dialektika di kampus seolah ditutup, kebijakan manajemen terhadap kampus menjadi sangat buruk bagi budaya berpikir civitas akademika. Hal tersebut terjadi, menurut Setya, karena Rektor telah memaksakan kehendak, dengan memusatkan berbagai kebijakan hanya ditangannya sendiri dan kroni-kroninya.

Setya juga mengecam sikap rektor juga terkesan arogan dan acuh tak acuh terhadap pegawai level bawahnya. Ia mencontohkan, gaji pekerja kebersihan di Unpad hanya Rp750.000 per bulan, padahal UMK Sumedang sudah jauh di atas Rp 2 juta.

Terkait tuntutan dari KBA Unpad yang menghendaki agar Tri Hanggono mundur sebagai Rektor, Rudi enggan memberikan komentar. Namun ia mengungkapkan bahwa Majelis Wali Amanat, Rektorat, Senat Akademik, dan BEM Umpad telah menggelar Silaturahim pada Sabtu, (28/4/2018). Ketika didesak tentang hasil Silaturahim, Rudi menjawab diplomatis bahwa kritikan dari KBA Unpad tersebut juga dibahas.

“Kemarin saat tidak ada agenda khusus (terkait kritikan dari KBA Unpad). Namun karena sifatnya Silaturahim, tentu juga membahas kejadian-kejadian terkini (di Kampus). Dan itu menjadi suatu pertemuan informal yang bagus karena dihadiri semua pemangku kepentingan utama Unpad,” terang Rudi.

Disatu sisi, Rudi juga menyerukan bahwa kritik harus bisa menjadi bagian dari budaya kampus. Namun sekali lagi ia berpesan agar dalam penyampaian kritikan tetap menjaga semangat kebersamaan, loyalitas dan semangat kesatuan Kampus.

“Sampaikan kritik dengan tetap menjaga corps de esprit Universitas Padjajaran,” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait