Rabu, 17 Agustus 22

Di Tablig Akbar, Kivlan Zein Sebut Komunis sudah Gentayangan 

BOGOR – Ribuan umat Islam menghadiri acara silaturahmi dan tablig akbar kebangsaan di Masjid Raya Bogor, Ahad (27/11/2016). Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habieb Rizieq yang semula dijadwalkan akan hadir, tidak terlihat. Acara yang digagas oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bogor Raya itu dihadiri puluhan ulama diantaranya KH Muhammad Husni Thamrin (Pimpinan Majelis Al Ihya), KH Adam Ibrahim (Katua MUI Kota Bogor), KH Badrudin Subhki (Penasehat MUI Bogor), Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf (Pimpinan Majelis Syababul Khaer) dan sejumlah pimpinan ormas Islam lainnya.

Pada kesempatan itu, juga hadir tokoh militer Mayjen TNI (purn) Kivlan Zein dan Eggi Sudjana, serta perwakilan dari anggota TNI dan Polri di Kota Bogor. Pada kesempatan itu, Kivlan Zein mengatakan, gerakan demo Bela Islam Jilid III pada 2 Desember mendatang tidak ada tujuan makar.

“Kita tidak akan makar. Kita akan menggelar aksi super damai,” tukasnya. Ia juga minta pemerintah konsisten menegakkan hukum pada Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kivlan menyebut sumber kegaduhan disebabkan karena Ahok belum ditahan.

Purnawirawan TNI ini juga mengingatkan peserta aksi mewaspadai gerakan komunis yang menyusup ke kegiatan itu.

“Saat ini, komunis gaya baru sudah masuk ke pemerintahan,” tandasnya.

Sementara, Koordinator GNPF MUI Bogor Ustaz Iyus Khaerunnas dalam sambutannya mengatakan, bahwa saat ini adalah momen persatuan umat.

Menurutnya, saat ini banyak fitnah menjelang Aksi Bela Islam III di Jakarta pada 2 Desember 2016 mendatang. Namun, kata Ustaz Iyus, umat Islam tidak perlu takut dan khawatir.

“Selama kita on the track, berjuang dengan ikhlas untuk Allah, dan berjalan sesuai aturan kontitusional, kita harus jalan terus,” tegasnya.

GNPF MUI berharap, umat Islam akan makin solid dan semangat berjuang, serta tidak terpancing provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah. Juga bertekad untuk menjalankan aksi super damai pada 2 Desember mendatang. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait