Selasa, 24 Mei 22

Ini Syarat Dan Tahapan Pendaftaran SNMPTN 2019

Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 akan dibuka pada Senin (4/2/2019). Tahapan pendaftaran SNMPTN dimulai dengan mengisi PDSS, yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Dan buat para siswa yang namanya tidak didaftarkan pada tahap ini maka sudah dipastikan tidak bisa mengikuti SNMPTN. “Sekolah berkewajiban mengisi PDSS yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswa dengan lengkap dan benar,” demikian dilansir dari web snmptn.ac.id.

Sementara pendaftaran SNMPTN 2019 dibuka mulai 4 – 14 Februari 2019. Pengumuman hasil seleksi SNMPTN 2019 bakal disampaikan pada 23 Maret 2019.

Siswa yang ingin mendaftar SNMPTN 2019 dapat memilih paling banyak dua program studi dalam satu perguruan tinggi negeri (PTN) atau dua PTN.

Perlu diketahui bahwa urutan pilihan PTN dan program studi menyatakan prioritas pilihan.

Bagi siswa SMK hanya diizinkan memilih program studi yang relevan sesuai ketentuan oleh masing-masing PTN.

Daftar program studi dan daya tampung SNMPTN tahun 2019 dapat dilihat pada laman http://www.snmptn.ac.id selama periode pendaftaran.

Bagi Anda yang ingin mengikuti SNMPTN 2019, berikut Ketentuan Umum dan Persyaratannya:

Persyaratan:
-SNMPTN dilakukan berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor dan portofolio akademik. Rapor yang digunakan adalah semester satu sampai dengan semester lima bagi SMA/SMK/MA dengan masa belajar tiga tahun atau semester satu sampai dengan semester tujuh bagi SMK dengan masa belajar empat tahun.
-Sekolah yang siswanya mengikuti SNMPTN harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan data prestasi siswa di PDSS dengan lengkap dan benar.
-Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), memiliki prestasi unggul, dan rekam jejak prestasi akademik di PDSS.
-Siswa yang akan mendaftar SNMPTN wajib membaca informasi pada laman PTN pilihan tentang ketentuan terkait dengan penerimaan mahasiswa baru di PTN tersebut

Sedangkan persyaratanya adalah:
-Sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN adalah:
-SMA/MA/SMK yang mempunyai NPSN.
-Mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Sedangkan Persyaratan Siswa Pendaftar yang berhak mengikuti SNMPTN adalah:
-Siswa SMA/MA/SMK kelas terakhir (kelas 12) pada tahun 2019 yang memiliki prestasi unggul.
-Memiliki NISN yang terdaftar di PDSS.
-Memiliki nilai rapor semester 1 – 5 yang telah diisikan oleh sekolah di PDSS atau memiliki nilai rapor semester 1 – 7 bagi SMK dengan masa belajar empat tahun.
-Memiliki prestasi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN.

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui siswa pendaftar SNMPTN 2019, yaitu:
1. Login dengan menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan password yang sama dengan password untuk verifikasi nilai pada
Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS);

2. Siswa membaca dan menyetujui pernyataan kesungguhan untuk mendaftar SNMPTN;

3. Siswa melakukan melakukan pendaftaran SNMPTN, yang mencakup: memilih PTN dan program studi, mengunggah foto, mengisi form pendaftaran, mengunggah bukti prestasi jika ada, mengunggah portofolio jika memilih program studi Seni dan/atau Olahraga;

4. Siswa memfinalisasi pendaftaran SNMPTN. Setelah difinalisasi, pendaftaran tidak dapat diubah lagi. Jika tidak difinalisasi, maka siswa dianggap tidak mendaftar;

5. Siswa mengunduh dan mencetak kartu tanda peserta.

Pendaftaran dilakukan di laman http://web.snmptn.ac.id. Proses pendaftaran SNMPTN 2019 berlangsung pada 4-14 Februari 2019, sedangkan pengumuman hasil seleksi disampaikan pada 23 Maret 2019.

Jika siswa pendaftar tidak memenuhi syarat untuk mengikuti SNMPTN, maka akan muncul pesan yang menyatakan bahwa pendaftar tidak dapat mengikuti SNMPTN dan dipersilakan mengikuti Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Berdasarkan data Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), per 30 Januari 2019, jumlah siswa yang telah melakukan verifikasi data PDSS 2019 dan yang sudah terverifikasi otomatis adalah sebanyak 955.781 siswa. Sementara itu, jumlah siswa dari sekolah yang telah mengisi data sebanyak 2.340.922 siswa.

Pada 2018, hanya ada 648.104 siswa yang melakukan verifikasi dari jumlah siswa dari sekolah yang telah mengisi data sebanyak 2.293.513 siswa.

Sementara itu, data PDSS final mencatat jumlah sekolah yang telah mengisi data PDSS mencapai 18.206 sekolah. Namun, yang melakukan finalisasi pengisian data hanya 14.888 sekolah.

Dengan demikian, terdapat 3.318 sekolah yang tidak dapat mengikuti SNMPTN 2019.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait