Rabu, 29 Juni 22

Status KLB Campak di Asmat Resmi Dicabut

Status kejadian luar biasa (KLB) campak di Asmat dicabut seiring penurunan jumlah penderita di kabupaten tersebut. Dalam keterangan tertulis kepada IDN Times, walaupun status KLB Campak di Asmat dicabut, tetapi proses pendampingan warga oleh tenaga kesehatan diminta terus dilanjutkan.

Pencabutan tersebut dilakukan Bupati Asmat Elisa Kambu, Senin (5/2/2018) pukul 20.35 WIT. “Dengan memerhatikan usul Dinkes Asmat melalui surat Nomor 800/50/Dinkes/2/2018, maka saya nyatakan KLB campak telah berakhir,” jelas Elisa melalui pesan singkatnya Selasa (6/2/218).

Pencabutan status KLB tersebut dilakukan karena semakin pasien yang di RSUD Agats dalam kasus tersebut hanya tersisa 12 anak . Mereka terdiri dari 9 anak yang dirawat inap akibat gizi buruk dan terkena campak sebanyak 3 anak. Kondisi mereka ,lanjut Elisa, dinilai semakin terkendali dengan indikator vaksinasi di 224 kampung yang berada di 23 distrik.

Surat Edaran Bupati yang menyatakan pencabutan status KLB Campak di Asmat
Surat Edaran Bupati yang menyatakan pencabutan status KLB Campak di Asmat

“Kami juga berani memutuskan pencabutan KLB campak karena rekomendasi teknis kesehatan berdasarkan Permenkes Nomor 1501 Tahun 2010,” ungkapnya.

Sebelum memutuskan pencabutan status KLB Campak tersebut, Elisa juga mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mengevaluasi dengan menemui langsung pasien rawat inap. Evaluasi dilakukan selama hampir 20 hari sejak penetapan KLB campak pertama kali pada 15 Januari 2018.

Elisa berharap, meski status KLB berakhir, pendampingan ke warga dan pelayanan kesehatan terus dilakukan dalam waktu lebih lama.

“Model penanggulangan seperti di Asmat akan direplikasi tempat lain. Kami di Asmat masih memerlukan dukungan. Kita masih butuh perawat dan dokter. Kita nanti bisa duduk bersama-sama agar bisa riil,” ucapnya.

Hingga status KLB berakhir, tercatat anak meninggal sebanyak 72 orang. Mereka meninggal akibat campak sebanyak 66 orang dan gizi buruk 6 orang. Jumlah meninggal di rumah sakit sebanyak 8 orang sisanya ditemukan di kampung per-September hingga 4 Februari 2018 dengan penyebaran merata. Pasien rujuk ke RSUD Agats ditemukan pada 20-22 Januari 2018.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait