Jumat, 2 Desember 22

SSA, Sistem Satu Arah atau Sistem Salah Arah?

BOGOR – Hari ini, Jumat (1/4/2016), Sistem Satu Arah (SSA) resmi diberlakukan di seputaran Istana Kepresidenan Bogor dan Kebun Raya Bogor, Jumat 1 April 2016. Sejumlah rambu lalu lintas dan traffic light baru mulai difungsikan untuk mendukung penerapan sistem tersebut.

SSA tersebut dibuat dengan gerakan searah jarum jam, mengitari Kebun Raya, melintasi Jl Otista – Jl Juanda – Jl Jalak Harupat- Jl Padjajaran. Para pengguna jalan yang datang dari Tol Bogor menuju Kebun Raya atau Bogor Trade Mall (BTM) atau Stasiun Kota Bogor atau Balaikota atau Hotel Salak atau RS Salak mulai hari ini diwajibkan belok kiri di Tugu Kujang melalui Jl Otista.

Ujicoba yang bertujuan mengurai kemacetan ini pun dikeluhkan banyak pengguna jalan. Komentar pengendara dan penumpang angkutan kota (angkot) hampir seragam. Mereka mengatakan, ujicoba SSA yang dirasakan ternyata bukan menimalisir kemacetan, sebaliknya malah menciptakan pengalihan dan pembuat kemacetan baru.

“Aturan SSA atau Sistem Satu Arah yang dibuat Walikota Bima Aria, bukan untuk menekan kemacetan. Ini buktinya, dimana-mana macet. Sama artinya, SSA itu sebagai Sistem Salah Arah ini mah,” keluh penumpang angkot 07 Warung Jambu-Merdeka, Iis Aisyah yang telat masuk karena terjebak macet.

Pantauan indekberita.com, kemacetan parah malah terjadi di sepanjang jalur yang menerapkan sistem satu arah mulai dari Simpang Tugu Kujang hingga simpang Jalan Pajajaran dengan Jalan Jalak Harupat. Antrian kendaraan yang menumpuk di persimpangan jalan terjadi karena penyempitan jalan. Kemacetan juga terasa di ruas Jalan Pajajaran, melintasi Terminal Baranangsiang. Kemudian masuk ke Jalan Otista lewat Tugu Kujang, hingga kendaraan hampir tidak bergerak di sekitar Jalan Juanda hingga Jalan Jalak Harupat.

Di persimpangan Jalan Jalak Harupat dengan Jalan Pajajaran, kendaraan yang mengantre hendak berpindah jalur dengan kendaraan dari arah Baranangsiang menuju ke Warung Jambu tidak sepadan dengan jalan yang menyempit. Akibatnya, penyumbatan terjadi di wilayah ini. Sejumlah petugas yang telah disiagkan pun terlihat tak berdaya meski telah berupaya mengurai kemacetan panjang tersebut.

Kemacetan yang sama juga terlihat di Jalan RE Martadinata. Di jalur ini selain menjadi jalur alternatif sehingga dipenuhi kendaraan juga berpotensi macet parah karena adanya perlintasan kereta api. Sejumlah warga pun mengeluhkan kondisi ini.

“Luar biasa. Di jalur yang satu arah aja macetnya luar biasa. Apalagi yang alternatif. SSA ini perlu dievaluasi lagi karena hanya memindahkan kemacetan,” tukas salah seorang pengguna kendaraan roda empat, Dedi Kurniawan. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait