Kamis, 29 September 22

Sri Mulyani : Proyeksi Ekonomi Tahun 2018 Tumbuh 5,4 persen Dan Kesenjangan Serta Kemiskinan Turun Menjadi 9%

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, siang tadi, Jumat (19/5/2016), hadir dalam dalam rapat pleno DPR RI, membahas kerangka ekomi 2018. Di DPR Ia menyatakan bahwa tantangan terbesar dalam pembangunan ekonomi adalah pengentasan kemiskinan. Untuk itu proyeksi ekonomi tahun 2018 menurut Sri Mulyani, akan tumbuh 5,4 sampai 6,1 persen, dan kemiskinan harus berkurang menjadi 9%.

“Lebih dari 27 juta saudara kita yang saat ini masih hidup di bawah garis kemiskinan. Masyarakat kelas menengah ke bawah ini berhak memiliki kehidupan yang layak dan pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi agar mereja terbebas dari kemiskinan,” ujar Sri Mulyani.

Untuk mengatasi kemiskinan, maka dalam proyeksi ekonomi tahun 2018, Sri Mulyani menargetkan pertumbuhan ekonomi 5.4 sampai 6.1%. Dan inflasi dijaga sekitar 3% (+/- 1%). Dengan begitu, menurut Sri Mulyani maka proyeksi jumlah orang miskin atau tingkat kemiskinan akan menurun menjadi sekitar 9%.

Masih menurutnya, dengan modal sosial, ekonomi, dan sumber daya manusia yang kita miliki, maka kita memiliki peluang untuk menjadi negara maju, adil, dan sejahtera. Pertumbuhan kelas menengah dan kemajuan demokrasi, harus dijaga agar pembangunan ekonomi tetap berkelanjutan. “Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang besar, kelas menengah yang meningkat jumlahnya, dan didukung sistem politik yang demokratis,” paparnya.

Dalam proyeksi ekonomi tahun 2018, Ia juga memprediksi ketimpangan ekonomi semakin menyempit. Dan Indeks Pembangunan Manusia semakin meningkat.

“Hal ini ditandai dengan penurunan rasio Gini menjadi 0,38. Tingkat kesejahteraan manusia juga akan semakin meningkat, tecermin pada indeks pembangunan manusia (IPM) yang mencapai 71,38,” paparnya.

Ia juga menyatakan keinginan pemerintah agar ekonomi Indonesia harus tumbuh lebih tinggi, semakin inklusif, merata, dan berkeadilan. “Untuk itu pemerintah akan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut,” tukasnya

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait