Jumat, 30 September 22

Sri Mulyani: 2 Tahun Jokowi-JK APBN Fokus Mengatasi Kemiskinan dan Mendorong Pertumbuhan

Menteri Keuangan dalam pers gathering 2 tahun Jokowi-Jk menjelaskan, bahwa APBN kini ditargetkan untuk langsung menyelesaikan inti masalah, yaitu kemiskinan dan investasi yang bisa meningkatkan pembentukan modal domestik bruto.  “Modal domestik bruto tadi yang akan menunjang produktivitas jangka menengah dan panjang bangsa ini” kata Sri Mulyani di Bina Graha, Jakarta (25/10/2016).

Sedangkan untuk melindungi kelompok miskin, pemerintah akan meningkatkan bantuan dan kridit usaha rakyat.

“Penerima bantuan iuran yang tadinya 88,2 juta orang kini menjadi 92,2 juta orang. Pemerintah juga meningkatkan subsidi bunga dari Rp30 triliun Kredit Usaha Rakyat menjadi Rp100-120 triliun di tahun 2016. Sementara jumlah penerima PKH (Program Keluarga Harapan) naik dari 3,5 juta keluarga menjadi 5 juta,”  Sri Mulyani

Untuk mengamankan kebijakan tersebut, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah akan fokus pada instrumen fiskal untuk menjaga perekonomian Indonesia dari perlemahan kondis global, terutama perdagangan internasional.

“Dengan terjaganya pertumbuhan, maka upaya mengatasi kemiskinan dan kesenjangan akan tercapai. Ini akan berkelanjutan, sehingga di tahun 2017, pemerintah akan menjaga APBN kita menjadi instrumen fiskal yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, mengatasi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan” tutup Sri Mulyani.

Acara Press Briefing tadi dipandu oleh Teten Massuki (Kepala KSP), dan hadir antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Menteri PANRB Asman Abnur, dan Kepala BKPM Thomas Lembong

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait