Minggu, 25 September 22

Soal Penutupan Google dan Youtube, Ketua Umum ICMI Bantah Pernyataan Sekretaris Jenderal-nya

“Itu bukan sikap resmi ICMI... Itu cuma pernyataan pribadi Pak Sekjen (Jafar Hafsah). Jangan dianggap terlalu serius. Google dan YouTube sangat berguna di media sosial”

Jakarta – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Jimly Asshidique membantah kalau organisasi yang dipimpinnya itu secara mufakat mengeluarkan usulan sebagaimana penyataan Sekjen ICMI Jafar Hafsah, yang mendesak pemerintah memblokir situs Google dan YouTube karena kontennya sarat materi pornografi dan kekerasan.

Jimly menegaskan bahwa itu bukan sikap resmi ICMI.

“Itu bukan sikap resmi ICMI. Tidak mungkin Google sama Youtube dilarang karena kita bukan China, kalau di China memang dan sudah sepuluh tahun lalu,” kata Jimly, Rabu (8/6/2016)

Melalui akun Twitternya, @JimlyAs mengatakan, “Imtaq+iptek= roh peradaban, jangan pernah menolak hasilnya. Apalagi minta pemerintah tutup Google dan Youtube. Selain tidak mungkin, bisa dicap antiiptek”.

Menurutnya, isu ICMI untuk menyarankan agar pemerintah menutup akses kedua situs, bukan beradasarkan keputusan organisasi, melainkan keputusan sepihak dari pribadi

“Itu cuma pernyataan pribadi Pak Sekjen (Jafar Hafsah). Jangan dianggap terlalu serius. Google dan YouTube sangat berguna di media sosial,” ujarnya.

Namun, Jimly menyarankan pemerintah lebih intensif memblokir situs-situs yang merugikan generasi bangsa.

“Yang harus kita lakukan sebagai bangsa bermoral adalah membimbing generasi muda dan pengguna media sosial agar punya pilihan moral masing-masing untuk tidak membuka situs-situs porno,” kata Jimly.

Terkait hal ini, Jimly mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Menkominfo.

“Sebaiknya pemerintah, dan saya juga sudah bicara dengan menteri, agar mengefektifkan pemblokiran situs porno itu dan pemerintah punya pandangan yang sama. Kalau kita bicara melarang Google dan Youtube itu tidak bisa karena kita di dunia bebas seperti sekarang,” ujarnya.

Jimly juga meluruskan penyataan dari Sekjen ICMI Jafar Hafsah.

“Statemen Pak Jafar itu ada jika, ada kalau, jadi dia minta supaya Google dan Youtube memblokir sendiri konten pornonya, kalau tidak mau dan tidak mungkin karena materi kontennya itu banyak sekali yang baru. Itulah realitas dunia maya, tinggal kita para penggunanya menentukan pilihan moral sendiri. Nah, itu tugas kita untuk mendidik bangsa ini supaya menggunakan situs yang berfaedah,” kata Jimly.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait