Rabu, 30 November 22

SMSI Kaltara Bertekat Perang Melawan Hoax

Penyebaran informasi berisi kebohongan (Hoax) yang semakin marak dan kecenderungan sebagian masyarakat pengguna media sosial sangat gemar sekali melakukan share bahkan tanpa melakukan cek atau konfirmasi terlebih dahulu. Hal ini menjadi perhatian serius dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Utara. Oleh karena itu, mereka bertekad untuk perang melawan hoax.

Perang melawan hoax ibarat perang suci yang melawan penyebab fitnah, perseteruan dan kekacauan. Hal itu diungkapkan Ketua SMSI Kalimantan Utara, Muhammad Reza pada indeksberita.com, Kamis (27/4/2017), sehari setelah asosiasi perusahaan media siber itu terbentuk.

“Hoax itu sangat berbahaya. karena semua pemberitaan palsu pasti berakibat munculnya fitnah bahkan perseteruan yang sangat mungkin berpotensi menimbulkan konflik yang memecah keharmonisan masyarakat,” tuturnya.

Terkait dengan hal tersebut, Reza mengungkapkan bahwa kehadiran SMSI di Kalimantan Utara diharap akan menjadi benteng serta filter dari penyebaran informasi yang tak bertanggung jawab seiring dengan antusiasme masyarakat menggunakan media sosial.

“Salah satu fungsi SMSI adalah melakukan verifikasi terhadap media-media siber atau online di Kaltara ini tentang legalitas dari media-media tersebut. Baik itu badan hukumnya, alamatnya dan wartawannya” papar Reza.

Dengan adamya verifikasi tersebut, Reza berharap nantinya akan menjadi tolak ukur dari masyarakat untuk mengkonsumsi sebuah pemberitaan. Karena menurutnya, masyarakat saat ini sangat gemar menjadikan berita-berita dari media online yang tidak jelas legalitasnya sebagai referensi.

Reza melanjutkan, disamping melakukan verifikasi, SMSI juga akan melakukan uji kompensi untuk para Jurnalis media online diwilayah Kalimantan Utara. Hal itu dilakukan karena bagian dari amanat undang-undang yang akan bermuara pada penyampaian informasi publik yang akurat dan berimbang.

Ketika disinggung terkait keberadaan wartawan dari media-media online nasional yang ada di Kalimanta Utara, Reza mengungkapkan bahwa pihaknya tetap akan mengakomodir namun terkait verifikasi tidak dilakukan di Kaltara melainkan di Kepengurusan Pusat.

SMSI Kalimantan Utara sendiri terbentuk setelah melalui beberapa kali diskusi para Jurnalis dan puncaknya Rabu (26/4/2017) , Pimpinan Media Online se Kalimantan Utara mengadakan Musyawarah di Tanjung Selor sehingga terbentuklah kepengurusan asosiasi ini untuk periode 2017-2022.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait