Kamis, 29 September 22
Beranda Featured Situs Badigul Hilang, Pemkot Bogor Cuek?

Situs Badigul Hilang, Pemkot Bogor Cuek?

0

BOGOR – Warga Rancamaya, Kota Bogor mengadukan keluhan abainya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terhadap pelestarian cagar budaya, Situs Badigul, saat digelar reses anggota DPR RI, Komisi II, Diah Pitaloka. Menurut warga, sejak tahun 1992, situs ini sudah punah seiring dengan pembangunan perumahan dan padang golf mewah yang dilakukan pengembang Rancamaya Golf & Country Estate.

“Berulangkali dirayakan Hari Jadi Bogor, keberadaan situs Badigul kini seperti dilupakan begitu saja. Padahal, situs tersebut peninggalan Kerajaan Siliwangi Pajajaran,” tukas salah satu tokoh masyarakat Rancamaya, Cece Heryana kepada politisi wanita PDI Perjuangan yang juga anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan Kota Bogor-Cianjur, saat gelar temu warga di Rancamaya, Jumat (7/8/2016).

Penuturan Cece, Situs Badigul yang dipendam PT Surya Mas Dutamakmur saat awal membangun perumahan Rancamaya tersebut merupakan warisan sejarah Prabu Siliwangi yang konon dulunya jadikan tempat sakral bermunajat kepada Sang Pencipta.

“Tidak jauh dari Situs Badigul yang terpendam tersebut juga terdapat Telaga Renamahawijaya yang juga peninggalan Kerajaan Siliwangi. Telaga tersebut diduga kuat berada di areal Rancamaya, mengelilingi perbukitan Badigul. Dan, kini juga dipendam sejak adanya perumahan Rancamaya,” tuturnya.

Cece mengatakan, warga setempat berencana akan menggelar aksi dalam waktu dekat menuntut dikembalikannya situs tersebut dengan cara dibongkar.

“Kita minta pada pemerintah daerah, juga pusat, agar situs bersejarah yang terkubur ini dikembalikan fungsinya. Warga Rancamaya sudah sepakat akan menggelar unjuk rasa dalam waktu dekat,” tandasnya.

Keterangan senada juga disampaikan Dedi Kurniawan. Aktivis agraria Front Pemuda Penegak Hak Rakyat (FPPHR) yang tahun 1992 dulu pernah mendampingi warga Rancamaya mengatakan, hingga saat ini tidak terlihat keseriusan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor untuk melesatarikan peninggalan sejarah.

“Hal itu terbukti dari pembiarannya dan belum terlihat adanya upaya baik dari pengembang maupun Pemkot Bogor untuk mengembalikan Situs Badigul sebagai situs bernilai sejarah tinggi bagi eksistensi Kerajaan Pajajaran,” imbuhnya.

Masih menurut Dedi, dari sebanyak 24 benda cagar budaya Kota Bogor yang sudah didaftarkan dan diterbitkan SK Permenbudpar No:PM/26/MPL/2007 dan kini sudah mendapatkan SK Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan pada tahun 2007, juga tidak ada nama Situs Badigul karena tidak pernah diusulkan karena dianggap sudah hilang. Cagar budaya di Kota Bogor tersebut yakni Istana Bogor, Istana Batu Tulis, Balai Kota Bogor, Markas Kodim Bogor, Markas Korem, Blonong, Kantor RRI, Kresidenan, Balai Penelitian Biotek Perkebunan, Kantor Pos Djuanda, Makam Raden Saleh, Gereja Katedral Perawan Maria, Gereja Zebaoth, Kapel Regina Pacis, Stasiun Besar Bogor, Panti Asuhan Bina Harapan, Masjid Empang, Klenteng Hok Tek Bio atau Vihara Dhanagun, serta prasasti Batu Tulis.

“Semestinya, Disparbud Kota Bogor melakukan upaya pembongkaran di lokasi situs yang dipendam, karena lokasinya masih diketahui warga,” imbuhnya.

Menanggapi masukan warga rancamaya, anggota DPR RI Diah Pitalok mengaku prihatin.

“Pemkot Bogor, melalui Disparbud perlu ke lokasi situs dan melakukan langkah upaya pelestarian. Situs ini kan peninggalan sejarah, sangat ironis kalau dibiarkan terkubur dan hilang. Perlu ada niat baik untuk menyelamatkan benda bernilai sejarah, dan itu adalah harus dimulai dari pemkot. Dan, jangan dilakukan pembiaran,” tutupnya. (eko)