Minggu, 14 Agustus 22

Situ Pamulang, Pesona Danau yang Dianaktirikan Pemda Tangsel

Citra keindahan objek Situ Pamulang sebenarnya bisa membuka potensi wisata menguntungkan bagi Kota Tangerang Selatan. Bertempat di Jalan Raya Pajajaran, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, Propinsi Banten, danau ini sebenarnya bisa menyumbangkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) bagi Tangsel.

Sayangnya, kondisi Situ Pamulang, kini tidak terpelihara dengan baik. Bukan hanya masalah penyempitan, tetapi juga pembangunan pusat perbelanjaan dan perumahan di sekitarnya yang terus memengaruhi kelestarian situ. Setiap sore, banyak muda mudi yang menghabiskan waktu di tepi situ tersebut. Bentangan air dan pepohonan disekitarnya ikut memberi suasana teduh dan suasana nyaman. Demikian juga para penggemar mancing.

“Sebenarnya, danau atau Situ Pamulang ini bisa dimanfaatkan untuk tempat wisata. Misalnya, perlu ditata sedemikian rupa, dilengkapi dengan fasilitas pendukung wisata seperti boat, saung dan permainan wisata air. Hal itu jelas bisa menjadi nilai tambah ekonomis. Bukan hanya untuk pemerintah daerah, tapi juga untuk warga sekitar. Tapi, sayangnya malah terabaikan,” ujar Ferry Yulianto (40), warga Bambuapus, Pamulang kepada indeksberita.com  yang saat itu tengah memancing, Minggu (26/2/2017).

Ia melanjutkan, masalah yang mengganggu keberadaan Situ Pamulang saat ini, diantaranya, keberadaan bangunan liar di pinggir danau serta sampah, juga abaiknya campur tangan Pemda Tangsel.

“Situ Pamulang merupakan danau yang cukup. Semula luasannya 31 hektare, kini pengukuran pada 2005 tinggal 25 hektare. Manfaat utama situ yang dibuat sejak zaman Belanda itu adalah untuk menahan air sekaligus irigasi. Dan, menurut peraturan idealnya pemukiman dan danau harus punya jarak minimal 50 meter, jangan mepet sebagai antisipasi terjadinya penyempitan danau serta mudahnya tercemar akibat aktivitas manusia di sekitarnya,” imbuhnya.

Danau Pamulang terbilang indah dan asri.  Airnya pun masih terbilang bersih dan jernih. Meski kondisi Situ Pamulang memprihatinkan ternyata saat musim hujan yang beresiko banjir belakangan ini tidak membuat khawatir warga sekitar. Mereka tidak khawatir terjadi longsor dengan alasan sudah terbiasa dengan kondisi danau tersebut.

“Sejauh ini tidak pernah ada kejadian longsor atau banjir. Apalagi sekarang pondasinya sudah diperkuat,” kata Yusuf Subandi, warga setempat yang membuka usaha kuliner sederhana.

Dia mengatakan, bajir pernah melanda warga setempat pada tahun 2000. Namun, enam tahun kemudian, pada 2006 dilakukan pengerukan oleh pemerintah daerah.

“Sejak saat itu, Situ Pamulang tidak pernah lagi banjir. Dulu, Situ Pamulang dikenal angker. Hampir setiap tahun selalu ada korban. Masyarakat yang bertempat tinggal dilingkungan Situ Pamulang ada yang percaya danau ini dihuni oleh buaya buntung dan kerap menganggu pendatang yang suka berenang yang berakibat tenggelam. Tapi, itu dulu, sekarang tidak lagi,” tutupnya.

Situ Pamulang boleh dibilang obyek wisata yang teranaktirikan. Kawasan di tepi jalan yang memiliki pemandangan danau yang indah dilatarbelakangi pemandangan kota yang menghubungkan Serpong dengan Ciputat hingga saat ini minim fasilitas pendukung layaknya tempat wisata, seperti perahu atau boat rekreasi air. Pantauan media online, hingga saat ini kawasan wisata gratis ini hanya dijadikan tempat memadu kasih kalangan remaja dan lokasi pemancingan. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait