Senin, 27 Juni 22

Silahturahmi dengan BKPRMI, Pemerintah Sumbang 40 Unit Mobil Untuk Pemeliharaan Masjid

Presiden Joko Widodo merestui permintaan Kementerian Sosial untuk menyumbang 40 unit mobil untuk Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). Hal tersebut dikatakan Presiden saat bersilaturahmi dengan BKPRMI pada hari Rabu (25/4/2018).

Menurut Presiden, Menteri Sosial Idrus Marham mengusulkan sumbangan mobil untuk BKPRMI, dalam rangka mendukung upaya pemeliharaan masjid yang dilakukan oleh BKPRMI.

“Dua minggu lalu (Mensos) bisik-bisik sama saya, Pak kita mau sumbang 40 mobil untuk BKPRMI dalam rangka muter ke masjid-masjid untuk pemeliharaan masjid,” kata Jokowi saat bersilaturahmi dengan BKPRMI di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Mendapat usulan tersebut, Jokowi pun langsung menyetujui. Namun untuk saat ini, baru tiga unit mobil yang diserahkan secara simbolis.

“Saya sampaikan, silahkan ditindaklanjuti, saya pikir hari ini sudah mau diserahkan 40 (mobil), ternyata baru 3 mobil, tapi Alhamdulilah harus kita syukuri hal-hal yang bermanfaat seperti itu,” ucap Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi sempat menceritakan alasan dirinya memilih Idrus Marham untuk menempati posisi Menteri Sosial. Diantara alasan itu salah satunya adalah karena Idrus Marham Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia.

“Kenapa saya memilih pak Idrus Marham, karena beliau mantan Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia, kalau bukan ketua umum BKPRMI, enggak mungkin saya pilih jadi Mensos,” papar Jokowi.

Pemberian mobil itu dilakukan secara simbolis oleh Jokowi kepada Ketua Umum BKPRMI Said Aldi Al Idrus disaksikan langsung oleh Menteri Sosial Idrus Marham dan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait
  1. Sikap yg patut diapresiasi u/menghandel persepsi sebagain org yg menganggap Jokowi anti islam. Tapi terlepas dari hal tsbt, sy ingin memberi saran kepada Penulis : isi berita ini sbnrnya mampu booming & menjadi trendyng. Tp metode penulisan headline telah memupus keinginan para pembaca untuk membuka link. Seharusnya dalam berita seremonial,tempat – waktu itu tak perlu di munculkan dlm headline. Karna hal tsbt secara tak langsung akan menghentikan rangsangan para pembaca [ seharusnya pembaca dibuat penasaran u/mebuka link dan bukan melihat judul].

    Tetapi apabila penulisan headline juga menyertakan tempat, hal itu selain membuat pembaca malas krna cukup lihat judul sj, jg terkesan sperti bukan berita tp proposal.

    Smg kedepan media ini mampu menjadi slh satu media besar yg independen,inovatif & kreatif

    (Kinar Kawilarang : Directur eksecutif Menoreh Institute, anggota Literasi of Art Kusuma Bangsa – Surabaya)