Kamis, 7 Juli 22

Sikap BPIP Atas Pemboman 3 Gereja di Surabaya

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyatakan keprihatinan dan dukanya atas terjadinya pemboman 3 gereja di Surabaya. Lewan pesan tertulisnya BPIP mengutuk aksi pemboman 3 gereja di Surabaya dan setiap tindakan kekerasan yang dilakukan kaum teroris.

“Kepada segenap korban mudah-mudahan mereka mendapatkan kelapangan di alam baka dan segenap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ujar Kepala BPIP Yudi latif lewat rilisnya yang diterima indeksberita siang ini (13/5/2018)

Dalam rilisnya, Yudi juga menyerukan kepada masyarakat luas, agar tetap tenang dan tabah, dengan tetap berhati-hati, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi-aksi teror. Masyarakat juga dihimbaunya untuk mempercayakan proses hukum kepada Aparat yang berwenang, khususnya Polri.

“Percayakan proses hukum kepada Aparat yang berwenang, khususnya Polri,” himbaunya.

Adapun sikap BPIP atas pemboman 3 gereja di Surabaya, sebagai berikut

Siaran Pers Badan Pembinaan Idiologi Pancasila

1. BPIP prihatin dan berduka sedalam-dalamnya atas terjadinya pemboman di tiga  tempat ibadah di Surabaya, Minggu pagi 13 Mei 2018 ini.

2.  BPIP mengutuk setiap tindakan kekerasan yang dilakukan kaum teroris dan ikut belasungkawa kepada segenap korban mudah-mudahan mereka mendapatkan kelapangan di alam baka dan segenap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.

3. BPIP menyeru masyarakat luas agar tetap tenang dan tabah seraya berhati-hati dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

4. BPIP mengimbau masyarakat  mempercayakan proses hukum kepada Aparat yang berwenang, khususnya Polri.

5. BPIP mendoakan bangsa dan negara ini agar senantiasa diridhoi Tuhan YME dalam menciptakan kehidupan tentram damai bersama.

6. BPIP meyakini dengan mengimplementasikan Pancasila secara utuh dan menjalankan agama secara benar  kita mampu melewati segala cobaan. Inilah saatnya seluruh warganegara bahu membahu bergotong royong menolak setiap hasutan dan melaporkan setiap gerak gerik yang mencurigakan yang bertujuan memecah belah dan menteror masyarakat kepada pemerintah.

7. BPIP memohon khalayak tidak bertindak emosional sehingga terjebak ikut memviralkan semua video dan foto pemboman gereja ini guna mencegah terciptanya rasa takut masyarakat luas sebagaimana target yang diharapkan oleh  terorisme. Hapus segala video dan foto korban pemboman yang anda terima. Hormatilah jenazah sesuai keyakinan iman kita.

8. Kebiadaban terorisme menghancurkan nilai keagamaan dan nilai Pancasila. Siapa yang tak bisa hidup mulia di dunia, tak ada tempat baginya di sisi Tuhan.Teroris yang keji, hidup tak mulia, mati tak syahid. Orang-orang yang mati syahid mewariskan kebahagiaan dan kebaikan pada kehidupan. Orang yang mati pengecut tega membunuh dan bunuh diri, yang menimbulkan kesengsaraan dan keburukan bagi kehidupan.

9. Bangsa Indonesia harus yakin akan mampu keluar dari segenap bencana yang ditebar kaum teroris.

Jakarta, 13 Mei 2018*
Kepala BPIP
Yudi Latif Ph.D

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait