Jumat, 1 Juli 22

Seskab: Tax Amnesty Periode Pertama Melebihi Ekspektasi

Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengungkapkan program tax amnesty periode pertama pada 30 September 2016 akan berakhir malam nanti dan hasilnya melebihi ekspektasi.

“Alhamdulillah kalau kita lihat hasil yang ada, terus terang melebihi dari ekspektasi atau harapan, karena ini baru periode pertama, masih ada periode kedua dan ketiga,” kata  Pramono Anung usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (30/9) sore.

Seskab mengakui Ditjen Pajak pada Jumat ini belum bisa mengumumkan angka pasti berapa jumlah yang telah mendaftar program tax amnesty karena servernya “hang” karena banyaknya wajib pajak yang melakukan deklarasi.

“Tadi pagi sudah Rp95,6 triliun tebusannya dan kami meyakini kalau melihat trend kemarin (Kamis 29/9) harusnya hari ini sudah tembus di atas Rp100 triliun untuk tebusannya,” kata Pramono.

Sedangkan untuk deklarasi, repatriasi dan sebagainya angka yang terpakai memang baru Rp3.300 triliun.

“Karena ini memang hang, mudah-murahan bisa melewati lebih dari Rp3.500 triliun,” kata Pramono.

Seskab menjelaskan, pada hari terakhir ini, jumlah peserta yang mengikuti program pengampuan pajak luar biasa besar, sampai server-nya itu hang. Sehingga tidak diketahui berapa nilai harta yang di-declare secara real time hari ini.

Mengenai keberhasilan program tax amnesty itu sendiri, Seskab mengemukakan tiga faktor pendukung, pertama karena Presiden memimpin secara langsung program ini.

“Baik sosialisasi maupun ke lapangan dan sebagainya, sehingga inilah menimbulkan kepercayaan yang ada dalam masyarakat,” ujarnya.

Yang kedua, menurut Seskab, tidak lepas dari kinerja Menteri Keuangan dan timnya yang sangat kredibel dan solid. Yang ketiga adalah petugas pajak yang bekerja sangat all out.

“Nah, karena faktor 3 ini menimbulkan adanya trust, kepercayaan dari dunia usaha dan juga para wajib pajak. Sehingga mereka yang belum menjadi wajib pajak menjadi wajib pajak baru. Kemudian yang sudah menyimpan hartanya di luar negeri maupun di dalam negeri pada saat ini di deklarasikan,” terang Pramono.

Dengan melihat angka yang dicapai dalam program tax amnesty ini, menurut Seskab, ini menunjukkan sekarang kita memang nomor satu di dunia, dimana saja, baik untuk deklarasi, baik untuk repatriasi, baik untuk presented terhadap GDP.

“Jadi ini angka yang luar biasa. Dan akan tetap kita pantau untuk hari ini,” tuturnya.

Untuk tahap kedua dan berikutnya, dengan pengalaman yang ada Pramono Anung meyakini akan lebih baik.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait