Kamis, 1 Desember 22

Serikat Buruh Nikeuba : Pilkada Jakarta Jangan Tonjolkan SARA, Tapi Kerja Nyata

Jelang Pilkada DKI Putaran kedua pada 19 April mendatang, isu Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA) masih gencar dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Niaga, Keuangan dan Perbankan dan aneka industri (FSB Nikeuba) Dedi Hardianto mendorong agar pasangan calon (paslon) dan juga tim sukses (timses), agar dalam Pilkada Jakarta jangan tonjolkan SARA, tapi lebih menunjukkan kerja nyata.

“Kampanye program dan visi misi kalah bersaing dibanding kampanye hitam dan isu SARA yang secara tidak langsung menarik masyarakat terlibat aktif dalam politik praktis dan cenderung pragamatis, terbutakan oleh data dan fakta riil di lapangan,” kata Dedi dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/4).

Dan saat ini, lanjutnya, hiruk-pikuk Kampanye Pilkada DKI Jakarta akan segera berakhir menuju masa tenang dan pemilihan, sudah semestinya jutaan warga DKI melihat kerja nyata dari masing-masing paslon untuk memilih siapa paslon yang layak untuk memimpin DKI Jakarta 5 tahun ke depan. Dia mengingatkan kepada warga DKI agar tidak terbawa arus isu SARA yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Hal ini menjadi sorotan tajam para pegiat HAM, aktivis, pemerintah, tokoh agama dan lain sebagainya yang menyayangkan ajang pilgub dirusak oleh isu-isu SARA yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, melihat fakta di lapangan, banyak di antaranya masyarakat DKI yang memiliki peningkatan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) semasa Jakarta dipimpin oleh paslon petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot.l Syaiful Hidayat. Seperti misalnya, pemindahan lokasi warga dari tempat kumuh ke hunian yang lebih layak seperti Rusunawa, transportasi berbasis massa yang murah dan terjangkau bahkan gratis untuk kalangan tertentu dan inflasi yang lebih rendah dari inflasi nasional melalui kestabilan harga bahan pokok.

“Itu merupakan sedikit gambaran hasil kerja yang telah sukses dilakukan olah pasangan calon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat,” bebernya.

Karena itu, Dedi menegaskan, 27.000 buruh yang tergabung dalam FSB Nikeuba di DKI Jakarta menyatakan dukungan total terhadap pemenangan Basuki-Djarot. Karena, 30% dari seluruh anggota FSB Nikeuba yang berada di Jakarta dan warga DKI lainnya sangat merasakan dampak positif selama DKI Jakarta dipimpin oleh Basuki-Djarot. Banyak buruh anggota FSB Nikeuba menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS), hal ini secara perlahan meningkatkan daya beli buruh dan harapan hidup yang lebih baik bagi buruh dan keluarganya.

“Untuk itu, FSM Nikeuba siap kawal pemenangan Basuki-Djarot dalam Pilkada DKI putaran kedua untuk Jakarta yang lebih baik,” tegasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait