Rabu, 29 Juni 22

Seorang Anggota Polisi Diamankan Karena Terpapar Terorisme

Kapolri Jendral Tito Karnavian membenarkan bahwa saat ini ada anggota Polisi diamankan karena terpapar terorisme dan radikalisme dan bersimpati kepada terorisme. Anggota Polisi tersebut diamankan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri

Namun Tito enggan menerangkan tentang identitas yang bersangkutan, dibagian apa dia bertugas di Jambi dan hal ikhwal oknum anggota polisi tersebut sampai terpapar ideologi terorisme.

“Dia diduga mulai agak terkena ideologi terorisme. Dia bersimpati ke sana. Akan tetapi, sekarang sedang di-assesment dulu, apakah dia itu bagian dari jaringan (terorisme) atau sekadar simpatisan, atau sekadar main-main,” ujar Tito di Istana Negara, Rabu (30/5/2018).

Tito mengungkapkan, karena hal ini baru dugaan, maka tidak langsung dilakukan penahanan. Mereka yang terindikasi terpapar paham radikal , ungkap Tito harus diperiksa lebih dulu. Namun Tito menegaskan bahwa pihaknya tak main-main dalam menjatuhkan sanksi apabila yang bersangkutan terbukti terlibat dalam pidana.

“Saya akan ambil tindakan yang sangat tegas kalau misalnya dia melakukan unsur pidana. Saya akan pidanakan. Tapi kalau hanya melanggar kode etik, kami akan kenakan sanksi kode etik. Intinya kalau ada pelanggaran, apa pun pelanggarannya, dikenai sanksi,” tandas Tito.

Tito mengingatkan bahwa ideologi terorisme bisa masuk ke kalangan mana pun layaknya narkoba. Bisa menyasar jajaran Polri, pejabat, artis, mahasiswa, dosen dan lainnya.

Sebuah ideologi yang diajarkan secara diam-diam seperti ideologi terorisme memang bisa saja ditemukan oleh siapa saja. Untuk itu Tito berpesan agar semua elemen bangsa senantiasa membentengi diri dengan ideologi yang telah disepakati para pendiri bangsa.

Tito juga mewanti-wanti bahwa untuk menyelesaikan masalah teroris dan radikalisme di berbagai daerah yang terjadi, maka seluruh pihak termasuk kepala daerah mulai dari gubernur, wali kota dan para bupatinya bersama-sama menanganinya secara konprehensif.
“Ideologi ini siapa pun yang membaca kemudian dia mungkin tidak siap, dia terkena ideologi itu. Termasuk kepada polisi, bisa juga terkena. Jadi kami lakukan assesment, yang jelas kami akan memperkuat kurkulum di kepolisian,” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait