Kamis, 30 Juni 22

Seluruh Napi Teroris di Mako Brimob Akan Dipindahkan ke Nusakambangan

Buntut dari kerusuhan yang menewaskan 5 anggota Polisi dan seorang napi teroris di Mako Brimob pada Selasa (8/5/2018) hingga Kamis (10/5/2018), seluruh tahanan dan narapidana terorisme yang saat ini menempati Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komisaris Jenderal Syafruddin kepada awak media memastikan bahwa proses perpindahan Napi Terorisme tersebut saat ini tengah berlangsung.

“Seluruh tahanan yang telah menyerahkan diri sudah diambil langkah-langkah untuk pemindahan tahanan,(narapidana) sudah dipindahkan seluruhnya ke Nusakambangan,” kata Syafruddin saat memberikan keterangan pers di Markas Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Baharkam) Polri, Kamis (10/5/2018).

Terkait kewenangan pemindahan tahanan, Syafruddin mengungkapkan seluruh tahanan yang menghuni rumah tahahan Mako Brimob merupakan milik rumah tahanan Salemba, Jakarta Timur. Oleh karena itu menurut Syafruddin, kewenangan pemindahan tahanan tersebut ke Lapas Nusakambangan diambil oleh pihak rumah tahanan Salemba.

“Sudah dalam perjalanan per hari ini. Bahwa tahanan yang ada disini adalah tahanan rumah tahanan Salemba, tahanan cabang bukan milik Brimob. Jadi kewenangan ada di mereka,” paparnya.

Syafruddin juga memastikan operasi pembebasan sandera dari narapidana teroris dan pemulihan keadaan di Rumah Tahanan (Rutan) cabang Salemba di Mako Brimob selesai dilakukan. Sebanyak 155 narapidana teroris,papar Syafruddin telah menyerahkan diri. Menurutnya, penanggulangan dilakukan dengan soft approach, bukan dengan negosiasi.

“Operasi dilakukan dengan baik sampai finish, tidak ada korban jiwa, semua menyerahkan diri,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 156 tahanan terorisme menyandera 9 orang polisi di Mako Brimob. Lima anggota polisi gugur sementara 4 orang lainnya terluka.
Satu orang tahanan terorisme bernama Abu Ibrahim alias Beny Syamsutewas karena melawan dan merebut senjata petugas. Sebanyak 155 sisanya akhirnya menyerahkan diri.

Kelima polisi yang gugur tersebut adalah: Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dan Briptu Luar Biasa Anumerta Fandy Nugroho.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait