Senin, 27 Juni 22

Selain Warga Jakarta, Warga Yogya juga Tolak Ahok

Aksi unjuk rasa tolak Ahok melalui PDI Perjuangan pada pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang, selain disuarakan oleh masyarakat Jakarta, juga dilontarkan oleh warga Jogjakarta dan Surabaya.

Hal tersebut terlihat pada unjuk rasa yang dilakukan oleh berbagai kelompok pendemo dari masyarakat di depan kantor DPP PDI Perjuangan, Kamis (25/8). Massa aksi dari berbagai elemen tegas menolak pencalonan gubernur petahana, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

“Kami saja orang Jogjakarta saja menolak Ahok, begitu juga warga Surabaya akan menolak ahok dan menyerahkan Risma ke Surabaya,” ujar salah satu orator asal Jogkakarta di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta.

Hal yang senada juga dikatakan Comunity Organizer Urban Poor Consortium Gugun, yang menolak Ahok untuk dicalonkan menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Tak hanya itu, Ahok juga dinilai semena-mena dalam melakukan penggusuran kepada warga miskin.

“Kami menduga Ahok sengaja menghilangkan kampung miskin supaya suara Ahok hilang di Jakarta, sehingga yang memilih Ahok hanya kelas orang kaya sehingga Ahok nanti bisa menang. Kita tidak ingin PDI P dukung Ahok,” ungkapnya.

Kelompok massa yang menolak Ahok terdiri dari Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) Jakarta, Uban Poor Consortium, Serikat Becak Jakarta (Sebaja), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI).

Kedatangan mereka betujuan agar PDI Perjuangan tidak merekomendasikan Ahok sebagai calon gubernur 2017.

Menurut pantauan di lapangan, massa tersebut meneriakan ‘Tolak Ahok’ sambil membawa spanduk diantaranya bertuliskan ‘Kami Minta PDI P Jangan Usung Ahok’, dan memakai baju bertuliskan Bersatu Tolak Ahok Untuk Jakarta.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait