Senin, 27 Juni 22

Sekretaris Kemenkop dan UKM : Wirausaha Baru Naik Jadi 3,1 Persen Populasi

Jakarta – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram menyebutkan jumlah wirausaha baru naik menjadi 3,1 persen dari jumlah penduduk. Jumlah tersebut meningkat menjadi dua kali lipat (naik 100%), jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang jumlahnya 1,56%. Hal tersebut dikatakannya saat membuka acara Gebyar UKM Indonesia 2017 di SME Tower, Smesco Indonesia Jakarta, pada hari Selasa (24/10/2017)

Peningkatan tersebut menurutnya melebihi target yang ditetapkan. “Awalnya target peningkatan jumlah wirausaha pertahun hanya 1 juta tapi ternyata dalam kurun lebih kuranga 3 tahun sudah mencapai 3,1 persen jumlah penduduk, ini kenaikan yang luar biasa,” katanya.

Di samping itu, menurut Agus Muharam, kontribusi koperasi terhadap produk domestik bruto (PDB) juga naik signifikan dalam tiga tahun terakhir menjadi 3,99 persen. Dan kedepannya diharapkan kontribusi koperasi terhadap PDB menjadi 6 persen. Sedangkan jumlah UKM ditahun 2019 meningkat jumlahnya, menjadi 5 persen dari jumlah penduduk.

“Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan angka kontribusi koperasi terhadap PDB ini bisa naik sampai 6 persen pada akhir tahun 2019. Demikian juga dengan jumlah wirausaha baru diupayakan bisa mencapai 5 persen dari jumlah penduduk, di akhir 2019,” katanya.

Pencapaian itu menurut Agus Muharram merupakan hasil dari kerja bersama berbagai pihak meliputi pemerintah, dunia bisnis, akademisi, dan para stakeholder termasuk asosiasi-asosiasi. Pihaknya mendukung penuh pelaksanaan Gebyar UKM Indonesia 2017 di Jakarta yang merupakan kota ke-8 dari 18 kota di Indonesia untuk penyelenggaraan acara serupa.

Foto: Humas Kementerian Koperasi UKM
Foto: Humas Kementerian Koperasi UKM

Gebyar UKM 2017 merupakan ajang seminar, kurasi, penghargaan bagi UKM hasil kerja sama antara Kementerian Koperasi dan UKM, MarkPlus Inc, International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, dan Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM).

“Kami selalu mendukung berbagai acara yang berupaya untuk meningkatkan jumlah wirausaha baru, memajukan UKM, dan meningkatkan peran koperasi dalam perekonomian,” katanya.

Ia juga mendukung tekad para pelaku UKM yang hadir dalam acara tersebut untuk go digital. Menurut Agus, di era saat ini tidak ada UKM tanpa IT. “UKM tanpa IT bisa ketinggalan zaman,” katanya.

Gebyar UKM Indonesia 2017 sendiri tahun ini mengusung tema Saya Indonesia, Saya UKM, Saya 4.0. Acara tersebut digelar di 18 kota di Indonesia yakni Palembang, Palu, Banjarmasin, Solo, Batam, Semarang, Malang, Jakarta, Pekanbaru, Manado, Lampung, Medan, Bandung, Yogyakarta, Balikpapan, Makassar, Surabaya, dan Denpasar.

Para peserta acara tersebut kemudian akan menjalani kesempatan kurasi dan bagi mereka yang lolos kurasi tersebut berpeluang menjadi mitra Smesco Indonesia yang artinya produk-produk UKM tersbeut akan didisplai di Smesco Indonesia yang mengelola Galeri Indonesia Wow dan Rumah Desain.

Kegiatan Gebyar UKM Indonesia 2017 di Jakarta akan meliputi tiga agenda utama yaitu seminar, kurasi, serta penghargaan ICSB Presidential Award 2017. Penghargaan tersebut diperuntukkan bagi para akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku bisnis yang memberikan kontribusi berarti bagi kemajuan UKM di wilayahnya.

Agus berharap pemerintah daerah juga turut mendukung dan memberikan sumbangsih nyata terhadap kegiatan tersebut. “Dengan begitu, UKM dan koperasi kita bisa meningkat perannya bagi stabilitas perekonomian kita,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama LLP-KUKM Emilia Suhaimi, President of ICSB Indonesia Hermawan Kartajaya, Chairman Yayasan Dharma Bhakti Astra Henry Widjaja, serta ratusan pelaku UKM yang menjadi peserta Gebyar UKM Indonesia 2017.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait