Senin, 27 Juni 22

Seknas Jokowi: Presiden Tegakkan Nawacita, Menteri ESDM dan Kepala SKK Migas Sebaiknya Mundur

Jakarta – Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi menyambut baik dan menilai tepat keputusan Presiden Jokowi yang telah menetapkan pengembangan kilang LNG Blok Masela di darat (Onshore). Hal itu sesuai dengan Program Nawacita pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia, khususnya rakyat Maluku dan sekitarnya. Karena itu, menteri dan pejabat yang tidak punya visi yang sejalan dengan Nawacita sebaiknya mengundurkan diri

Hal itu dikatakan Ketua Umum DPN Seknas Jokowi, M. Yamin dalam rilis yang diterima indeksberita.com, di Jakarta, Kamis (24/3/2016), menanggapi keluarnya keputusan Presiden Jokowi terkait polemik proyek Blok Masela.

“Keputusan itu menunjukkan Presiden Jokowi telah memenuhi janji setianya pada Nawacita, khususnya terkait butir ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran,” ujar Yamin.

“Seknas siap mengawal keputusan tersebut. Sehingga, rakyat Indonesia dan khususnya rakyat Maluku bisa mendapatkan manfaat yang lebih besar dari pembangunan Blok Masela,” tambahnya

Yamin lebih lanjut menuturkan, konstitusi jelas mengamanatkan agar sumber daya alam digunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia. Karena itu, tidak boleh ada kondisi apapun yang dapat menghalangi rakyat Indonesia untuk memperoleh manfaat dari kekayaan sumberdaya alam yang dimilikinya.

“Di sini kami mengingatkan, agar para pemburu rente dan komprador bisnis asing di dalam pemerintahan yang selama ini mendorong pembangunan Blok Masela di laut (offshore) untuk segera menyingkir,” tegas Yamin.

Untuk itu, Seknas secara khusus meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera mengevaluasi Menteri ESDM Sudirman Said dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi. Seknas menilai informasi yang disampaikan keduanya telah menimbulkan kegaduhan dalam ruang dialektika dan partisipasi publik mengenai Blok Masela.

“Menko Maritim telah membuka mata kita, betapa banyak informasi yang disembunyikan oleh kaum komprador. Jadi, Sudirman dan Amien sepantasnya malu dan mengundurkan diri dari jabatannya,” pungkas Yamin.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait