Sabtu, 24 Februari 24

Seknas Jokowi: Nama Besar Kampus UI Dipermalukan Kartu Kuning Zaadit Taqwa

Baru-baru ini panggung politik Indonesia dihebohkan oleh insiden kartu kuning Zaadit Taqwa Ketua BEM UI ketika Presiden Jokowi hadir diacara ulang tahun Universitas Indonesia (UI). @Kartu kuning dikenal di dunia olah raga khususnya Sepak bola dan bulutangkis. Kartu kuning itu makna singkatnya adalah “peringatan”.

Kartu kuning dikeluarkan oleh wasit. Dan wasit adalah elemen netral dalam sebuah pertandingan. Dan Zaadit Taqwa bukan elemen Netral. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Seknas Jokowi Dedy Mawardi.

“Publik sudah tau dari medsos kalau Zaadit Taqwa itu punya kedekatan ideologis dengan PKS dan atau gerakan massa yang aktif mengkampanyekan isu Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah. Aksi kartu kuning Zaadit Taqwa tak bisa lagi dibilang sebagai aksi aspirasi murni mahasiswa,” tegas Deddy

Dedy menjelaskan, awalnya publik berharap apa yg dilakukan oleh Zaadit Taqwa merupakan aspirasi murni mahasiswa terhadap situasi sosial politik yang ada. Banyak yang memuji dan setuju, ada pula yang mencibir. Begitu selayaknya sikap mahasiswa.

Ketua BEM UI Zaadit Taqwa berikan kartu kuning kepada Presiden Jokowi
Ketua BEM UI Zaadit Taqwa berikan kartu kuning kepada Presiden Jokowi

Kemudian aksi kartu kuning itu, hanya dalam hitungan jam langsung mendapat respon dan dukungan dari politisi Fahri Hamzah (PKS) dan politisi Partai Gerindra Fadli Zon serta KAMMI. Dari sini publik makin yakin jika aksi kartu kuning itu sudah ditunggangi kepentingan politik.

“Zaadit Taqwa mungkin kini tengah menerima pujian dan heroisme dari mereka yang anti Jokowi. Tapi jangan lupa, publik pun dah tau kalau aksi kartu kuning Zaadit Taqwa itu hadir tidak dengan setingan. Aksi itu nampak sudah direncanakan dengan matang. Bawa pluit, bawa buku yang warnanya kuning,” urai Dedy

Dedy melihat bajwa aksi kartu kuning Zaadit Taqwa targetnya bukan sekedar mau kasih peringatan. Aksi itu juga tampaknya kata Dedy lagi, ingin mempermalukan Presiden Jokowi dimata civitas akademika UI.

“Asiknya, Presiden Jokowi sendiri tak memandang penting aksi kartu kuning itu. Toh rakyat sudah liat sendiri dan sudah menikmati hasil dari kerja keras Jokowi selama 3 tahun menjadi Presiden Indonesia,” urainya lagi.

Apakah tindakan Zaadit berhasil mempermalukan Jokowi di mata publik ? Dedy yakin Zaadit telah gagal. Sebaliknya Dedy yakin tindakan Zaadit justru menciptakan persepsi baru di masyarakat, bahwa nama besar Kampus UI tengah dipermalukan oleh oknum mahasiswa dan alumninya sendiri.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait