Jumat, 1 Juli 22

Seknas Jokowi Kecam Penangkapan Aktifis Agraria Lampung

“Penangkapan itu sangat jelas semakin menjauhkan proses penyelesaian konflik agraria yang sudah dicanangkan Presiden Jokowi melalui kebijakan Reforma Agraria,”

Seknas Jokowi mengecam keras penangkapan Pendeta Sugiyanto, aktifis agraria yang melakukan pendampingan rakyat Tulang Bawang yang sedang bersengketa tanah dengan PT. Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL).

Sugiyanto ditangkap oleh 15 aparat kepolisian dari Polres Tulang Bawang, Lampung, Selasa (11/10) tengah malam di kantor Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI) di Mampang prapatan IV No. 80, Jakarta Selatan.

Ketua Umum Seknas Jokowi, M. Yamin, menilai tindakan aparat kepolisian tersebut tidak sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penyelesaian konflik-konflik agraria.

Diduga kuat tindakan terhadap aktifis agraria itu merupakan buntut dari bentrok antara rakyat dengan Pamswakarsa PT. BINL pada tanggal 2 Oktober 2016 kemarin

“Penangkapan itu sangat jelas semakin menjauhkan proses penyelesaian konflik agraria yang sudah dicanangkan Presiden Jokowi melalui kebijakan reforma agraria,” kata Yamin dalam siaran pers yang diterima indeksberita.com di Jakarta, Rabu (12/10).

Yamin juga mengatakan, proses penangkapan itu berlebihan.

“Proses penangkapan itu sendiri sangat berlebihan. Masa untuk nangkap satu orang aktifis saja polisi perlu (mengerahkan) 15 orang,” ujar Yamin.

Sementara itu Ketua Bidang Hukum Seknas Jokowi, Dedy Mawardi mengingatkan kepada pihak kepolisian bahwa PT. BNIL sudah tidak memiliki ijin berupa Hak Guna Usaha (HGU) atas lahan yang dikuasainya itu saat ini.

Menurut Dedy, HGU PT. BINL di atas lahan tersebut telah habis dan belum diperpanjang.

“Jadi pihak Polres Tulang Bawang menangkap rakyat dan aktifis agraria saudara Sugiyanto itu seakan-akan membenarkan pendudukan perusahaan yang tidak memiliki HGU atas tanah rakyat,” tegas Dedy, aktifis yang pada tahun 1993 menjadi pembela rakyat di Tulang Bawang itu.

Untuk diketahui, s​engketa tanah antara rakyat dengan PT. BNIL di Tulang Bawang sudah berlangsung selama 23 tahun lalu atau tepatnya sejak 1993.

Sengketa tersebut telah menewaskan 9 orang.​

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait