Kamis, 1 Desember 22

Seknas JOKOWI : Jadikan Pilkada Jakarta Damai, Berkualitas dan Berintegritas

Hari Rabu, 19 April 2017 merupakan hari yang sangat dinantikan oleh seluruh warga Jakarta untuk menentukan masa depan kota Jakarta 5 (lima) tahun kedepan. Pilkada DKI putaran kedua sebagai sebuah pesta rakyat, sejatinya memberi dan membuka ruang kegembiraan kepada rakyat untuk memilih dan menentukan pilihannya secara bebas dan merdeka. Dengan begitu pilkada Jakarta damai, berkualitas dan berintegritas dapat tercapai.

Tapi Seknas JOKOWI justru melihat pesta rakyat ini telah terkooptasi oleh semangat kekuasaan dengan mengeksploitasi politik identitas yang meretakkan kebhinekaan. Eksploitasi politik identitas juga telah mengakibatkan gangguan keamanan dan tertib sosial, dan menghilangkan kepercayaan diri kita sebagai bangsa yang beradab. Hal tersebut disampaikan oleh M Yamin, Ketua Umum Seknas JOKOWI kepada awak media

“Kontestasi dua pasangan calon, antara Paslon Basuki-Djarot dan Anies-Sandi membuka mata kita, demokrasi hanya baru sebatas simbolik dan prosedural. Nilai-nilai luhur dan keyakinan dasar demokrasi untuk memilih dan dipilih tanpa memandang suku, ras dan agama sebagai hak konstitusional, di bonsai dengan berbagai macam cara,” ujar Yamin kepada indeksberita.com.

Yamin juga berpendapat bahwa perbedaan telah dipertajam, bahkan telah dipertentangkan/9dikontradiksikan, disaat kita masih ada pekerjaan rumah mengenai kebhinekaan, good governance, dan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan.

“Muslim dan non-muslim, pribumi dan non-pribumi, dipertentangkan. Tindakan pengusiran terhadap salah satu pasangan calon,  juga dilakukan.Maraknya politisasi identitas membuat pesta rakyat menjadi hambar dan dangkal,” ujar Yamin.

Ditempat terpisah, Nazarudin Ibrahim, Ketua Bidang Otonomi Daerah Seknas JOKOWI, menyatakan hal yang senada. Menurutnya, mewujudkan Pilkada DKI yang damai, berkualitas dan berintegritas adalah tugas dan tanggung jawab seluruh stake holders penyelenggara Pilkada.

“Pemerintah, peserta Pilkada (pasangan calon gubernur/wakil gubernur), penyelenggara, pengawas, dan semua yang berkepentingan, harus memastikan terwujudnya pilkada yang berkualitas. Artinya orang memilih tanpa ada paksaan, dan pertimbangan.atas pilihannya berdasarkan prestasi, kinerja dan kualitas kepemimpinan pasangan calon,” urai Nazar.

Yamin juga menambahkan bahwa, hari Rabu 19 April besok merupakan hari kegembiraan, hari untuk berpesta.dan menuntaskan pilihannya dengan senyum dan wajah ceria di setiap ruang bilik TPS, tanpa beban dan ketakutan.

Hal terbut diamini pula oleh Nazar. Pilkada sebagai sebuah pesta demokrasi menurutnya adalah jalan untuk menyatukan langkah menjaga kemajemukan dalam bingkai NKRI.

“Pilkada merupakan sarana demokrasi, jalan untuk menyatukan dan bukan untuk memisahkan. Oleh karena itu saatnya untuk menyatukan langkah dan keyakinan sebagai anak bangsa untuk menjaga dan mengawal NKRI yang majemuk, toleran, harmoni dan damai” pungkas Nazar.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait