Selasa, 5 Juli 22

Sebarkan Postingan Berupa Papan Reklame Berisi Fitnah Terhadap PDI Perjuangan, Seorang IRT Diamankan Polisi

Terbukti menyebarkan postingan hoax terhadap PDI Perjuangan yang bersifat SARA melalui akun media sosial, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan inisial Rin berusia 37 tahun, ditangkap tim Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. IRT tersebut melalui akun facebook miliknya, menyebarkan foto papan reklame berisi fitnah terhadap PDI Perjuangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada awak media mengungkapkan bahwa postingan yang diunggah wanita berinisial Rin tersebut telah menjadi viral dan dinilai meresahkan. Dkianggap meresahkan karena unggahan foto papan reklame berisi fitnah terhadap PDI Perjuangan yang disebarnya, mengandung unsur menyebar kebencian dengan nuansa SARA.

“Tersangka membuat tulisan ‘PDIP Tidak Butuh Suara Umat Islam’, yang kemudian di psting di akun Facebook miliknya,” ujar Argo, Kamis (21/12/2017).

Argo menuturkan bahwa Rin ditangkap pada Kamis 21 Desember 2017 pukul 01.12 WIB dini hari di rumahnya di Perumahan Baranang Siang Indah Blok G1, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Bandung. Menurut Argo, kasus ini terungkap setelah Polisi menerima informasi terkait postingan tersangka di akun Facebook-nya.

Di akunnya tersebut, tersangka mengunggah foto papan reklame yang berada di pinggir jalan, yang diedit dengan tulisan ‘PDI-P Tidak Butuh Suara Islam’ dengan tambahan foto lambang Partai Golkar, NasDem, Hanura, PPP, dan Perindo.

“Tersangka mem-posting pada akun Facebook miliknya berupa tulisan yang disertai dengan melampirkan gambar baliho yang berisi penyebaran kebencian berupa SARA,” paparnya.

Atas perbuatanya tersebut, Argo menjelaskan, Rin dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008, tentang ITE. Adapun ancaman hukuman atas pasal-pasal tersebut adalah pidana penjara selama 6 tahun.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait