Rabu, 6 Juli 22

SBY Melaporkan Pengacara Setya Novanto Ke Bareskrim Polri

Dengan nomor laporan LP/187/II/2018/Bareskrim, tanggal 6 Februari 2018, Mantan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono resmi melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, ke Bareskrim Mabes Polri. SBY melaporkan Pengacara Setya Novanto tersebut lantaran dirinya merasa difitnah dalam persidangan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setnov beberapa waktu lalu.

Sesampainya di Bareskrim sekitar pukul 16:50 WIB SBY yang didampingi Ani Yudhoyono langsung disambut oleh Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto. Ari Dono terlihat menerima laporan yang dilayangkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.

SBY tersebut melaporkan Firman atas tuduhuan pelanggaran Pasal 310, 311 KUHP (tentang penistaan terhadap orang lain dan pencemaran nama baik) Junto 27 Ayat 3 Undang-Undang ITE tentang pemcemaran nama baik melalui tulisan dan elektronik.

Seusai membuat Laporan, kepada awak media SBY menuturkan bahwa disamping karena mentaati proses hukum, ia melakukan hal tersebut karena ingin mendapatkan keadilan. Menurutnya,Firman Wijaya telah melakukan fitnah atas dirinya terkait proyek e-KTP.

“Saya sebagai warga negara yang menaati hukum, tetapi juga ingin mencari keadilan. Secara resmi hari ini saya mengadukan Saudara Firman Wijaya yang saya nilai telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik saya berkaitan dengan permasalahan e-KTP,” tuturnya, Selasa (6/2/2018).

Sebelumnya pada hari yang sama ketika menggelar konferensi Pers di Kantor DPP Partai Demokrat, SBY menyebutkan percakapan Firman Wijaya dengan Terdakwa Mirwan saat persidangan penuh dengan rekayasa. Untuk itu SBY merasa dirinya harus menempuh jalur hukum. Pasalnya, jika tidak melawan, dampaknya bisa membuat rakyat Indonesia percaya tuduhan tersebut.

“Tiba-tiba ada percakapan antara pengacara dengan saksi, saudara Firman Wijaya dan saksi, saudara Mirwan Amir yang out of context, tidak nyambung. Menurut saya, penuh dengan nuansa set up, rekayasa,” ujar SBY.

SBY yakin bahwa laporanya akan ditindaklajuti sebab menurut Mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut, Kabareskrim,Kapolri dan Presiden RI adalah orang-orang yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan keadilan.

“Saya masih percaya kepada Kabareskrim, saya percaya Kapolri dan Presiden RI. Mudah-mudahan beliau-beliau mendengar suara hati saya untuk menindaklanjuti apa yang saya adukan nanti,” ujarnya.

Namun dalam hal tersebut,SBY melarang para kader Partai Demokrat untuk terlibat baik dalam pendampingan pelaporan maupun pasca pelaporan. SBY menegaskan bahwa permasalahan tersebut adalah akan dihadapinya seorang diri. Dia hanya meminta doa dari semua kader dan komponen bangsa atas pernjuangannya yang ia sebut sebagai perang melawan keadilan.

“Ini perang saya, this is my war. Perang untuk keadilan! Yang penting bantu saya dengan doa,” tegas SBY.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait